Berita

Iran/Net

Dunia

Iran Berpotensi Selamatkan Perjanjian Nuklir Tanpa AS

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 08:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran memiliki banyak alasan untuk tetap bertahan dalam kesepakatan nuklir 2015 meskipun ada penarikan Amerika Serikat serta ancaman sanksi baru.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan Uni Eropa di PBB, Federica Mogherini sebelum pertemuan para pejabat senior dari Inggris, China, Jerman, Rusia dan Iran di PBB awal pekan ini.

"Bagian penting dari perjanjian dan implementasinya menganggap Iran memiliki kemungkinan memperoleh manfaat dari pencabutan sanksi, dan ini persisnya mengapa kita membahas malam ini, langkah konkrit operasional yang dapat kita terapkan," jelas Mogherini.


"Iran memiliki argumen yang bagus dan alasan bagus untuk tetap dalam perjanjian. Semakin banyak keputusan operasional yang akan kami ambil dan terapkan, saya yakin Iran akan punya alasan untuk melakukannya,” tambahnya.

Uni Eropa, bagaimanapun, sejauh ini gagal menyusun kerangka hukum yang bisa diterapkan untuk melindungi perusahaan-perusahaannya dari sanksi Amerika Serikat yang mulai berlaku pada November mendatang.

Untuk diketahui bahwa inti dari kesepakatan 2015 itu telah dinegosiasikan selama hampir dua tahun oleh pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan menekankan bahwa Iran akan menahan program nuklirnya sebagai imbalan atas relaksasi sanksi yang telah melumpuhkan ekonominya.

Trump menganggap perjanjian itu cacat karena tidak termasuk pembatasan program rudal balistik Iran atau dukungannya untuk proksi di Suriah, Yaman, Libanon dan Irak. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya