Berita

Dunia

Nikaragua Keluarkan Surat Penangkapan Pemimpin Oposisi

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 08:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang hakim di Managua, Nikaragua mengeluarkan surat penangkapan pemimpin oposisi Felix Maradiaga awal pekan ini.

Dia dituduh oleh pemerintah Nikaragua telah membiayai protes-protes kekerasan yang telah mengguncang negara Amerika Tengah itu.

Pemerintah Presiden Daniel Ortega telah menuduh bahwa Maradiaga mendanai protes-protes dan melatih para pemrotes melalui sebuah think tank yang dipimpinnya, yakni Institut Studi Strategis dan Kebijakan Publik.


Maradiaga sendiri saat ini tidak berada di Nikaragua.

“Hati nuraniku bersih. Saya selalu dibimbing oleh keadilan, anti kekerasan, dan integritas. Hari ini saya memiliki keyakinan moral yang lebih besar dari sebelumnya,” tulis Maradiaga di Twitternya.

"Orang-orang yang mencintai Nikaragua dan percaya pada kebebasan memiliki kewajiban etis untuk terus teguh dalam perjuangan sipil ini," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Untuk diketahui, menurut data aktivis HAM setempat, sekitar 300 orang telah dipenjara sejak protes meletus pada April lalu. Sementara itu, lebih dari 300 orang tewas dalam aksi unjukrasa itu yang dilakukan oleh polisi dan kelompok bersenjata Nikaragua yang mendukung pemerintah.

Protes dimulai setelah pemerintah kiri Ortega bergerak untuk mengurangi tunjangan kesejahteraan. Hal itu memperluas dukungan terhadap oposisi. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya