Berita

Jokowi/Net

Nusantara

IMM Sumut: Nawacita Jokowi Palsu !

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 13:57 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Unjuk rasa tuntut Presiden Jokowi turun tahta kembali dilakukan mahasiswa di Medan, Sumatera Utara.

Aksi kali ini dilakukan elemen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut di Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan berlangsung dengan tertib, Jumat (21/9).

Seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumut, massa aksi tiba di gedung dewan sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung berorasi menyampaikan tuntutan mereka kepada anggota dewan.


Ketua DPD IMM Sumut, Zulham Hidayat Pardede mengatakan elemennya berunjuk rasa untuk sampaikan hasil kajian atas Nawacita yang selalu digaungkan oleh Jokowi-JK. Menurut IMM, Jokowi-JK telah gagal dalam mewujudkan hal tersebut.

"Kami menyuarakan hasil kajian kami tentang Nawacita. Ini hanya janji palsu, hanya rekayasa yang seolah dikesankan Indonesia baik-baik saja. Padahal, indonesia tidak sedang baik-baik," katanya, Jumat (21/9).

Zulham mengatakan, beberapa program Nawacita yang diusung oleh Jokowi sudah mengalami kegagalan. Salah satu indikasinya yakni keterpurukan perekonomian Indonesia dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Selain itu kondisi politik juga semakin memanas dimana politik adu domba semakin mudah terjadi.

"Ada yang salah dengan negeri ini. Pemerintah harus segera menghentikan itu atau turun," ujar Zulham.

Massa sempat melakukan aksi memblokir jalan dengan duduk. Hal ini membuat jalan tersebut ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan ke ruas jalan lain.

Sembari mahasiswa duduk, petugas kepolisian terlihat membagikan buah Lengkeng dan Jeruk yang akhirnya dikonsumsi oleh pengunjuk rasa sembari menunggu munculnya anggota dewan menanggapi aksinya.

Aksi mereka akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Sumatera Utara Wagirin Arman yang kemudian mengirimkan langsung tuntutan mereka ke DPR RI. [jto]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya