Berita

Global

Amnesty International : Ada Kejahatan Perang Di Sudan Selatan

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 07:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sudan Selatan dan milisi sekutunya dituduh telah melakukan kejahatan perang selama serangan yang terjadi awal tahun ini.

Amnesty International dalam sebuah laporan mengatakan bahwa para saksi di lapangan menggambarkan bagaimana tentara dan pejuang menyerang warga sipil dengan memperkosa mereka, membakar mereka hidup-hidup, menggilas dengan kendaraan lapis baja, dan menggantung mereka dari pepohonan.

"Seorang yang diwawancarai mengatakan seorang gadis semuda delapan diperkosa geng dan seorang wanita lain menyaksikan perkosaan seorang bocah berusia 15 tahun," kata laporan yang sama.


Laporan itu didasarkan pada wawancara dengan 100 orang yang menjadi korban dalam konflik itu, tepatnya di daerah Leer dan Mayendit yang telah menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak konlik selama lima tahun perang sipil di Sudan Selatan.

Amnesty juga mendokumentasikan penculikan perempuan dan anak perempuan, dan pembunuhan yang disengaja terhadap anak-anak lelaki dan bayi laki-laki. Serangan itu berlanjut selama seminggu setelah gencatan senjata diumumkan.

"Pemerintah menyerang puluhan warga sipil di daerah-daerah ini, membakar rumah secara sistematis, membunuh orang, termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua," kata Joanne Mariner dari Amnesty kepada Al Jazeera.

"Kami mendokumentasikan kasus mengerikan di mana orang tua berusia 70, 80, bahkan 90 tahun dibakar hidup-hidup di dalam rumah karena pemerintah membakar desa dengan cara yang sangat sistematis," sambungnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya