Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Swalayan Ini Stop Penjualan Kaos Palu Arit

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 | 06:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perusahaan ritel multinasional asal Amerika Serikat, Walmart akan menghentikan penjualan kaos dengan simbol palu arit dan sabit Soviet di Lithuania.

Keputusan ini diambil setelah ada keluhan dari Duta Besar Lithuania untuk Amerika Serikat. Pejabat Lithuania menilai bahwa penjualan itu telah menghina  korban penganiayaan era Soviet.

Kementerian Luar Negeri Lithuania mengatakan telah menerima konfirmasi bahwa produk tersebut akan dihapus dari swalayan Walmart di seluruh dunia.


Pihak Walmart mengatakan kepada duta besar Lituania untuk Amerika Serikat, Rolandas Krisciunas, bahwa mereka akan berhenti menjual kaos itu.

BBC mengabartkan bahwa Pemimpin Soviet Joseph Stalin pernah memerintahkan deportasi lebih dari 275.000 orang Lituania ke Siberia antara 1940-1952.

Menurut Pusat Penelitian Genosida Dan Perlawanan Lithuania, lebih dari 21.000 tewas dalam perlawanan bersenjata tersebut.

Namun di Walmart, penjualan kaos dengan simbol palu arit dan sabit Soviet dinilai keren. Kaos itu dijual dengan harga antara 18 hingga 29,95 dolar AS.

Walmart  sendiri beroperasi di 28 negara di dunia. Tapi Walmart tidak beroperasi di negara-negara Baltik atau negara Eropa Timur lainnya yang dulunya merupakan bagian dari bekas Uni Soviet. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya