Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Resmikan Tarif Baru 200 Miliar Dolar AS Ke China

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 | 07:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat resmi memberlakukan tarif baru atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS awal pekan ini (Senin, 17/9). Langkah ini diambil di tengah perang dagang yang berlangsung antara Amerika Serikat dan China.

Pajak impor yang lebih tinggi ini akan berlaku untuk lebih dari 5.000 item. Langkah ini menandai putaran terbesar tarif Amerika Serikat sejauh ini.

Di antara barang yang terkana pajak impor terbaru Amerika Serikat ini adalah tas, beras dan tekstil dari China.


Pajak ini akan berlaku mulai tanggal 24 September mendatang dan akan meningkat 10 hingga 25 persen awal tahun depan kecuali kedua negara menyetujui kesepakatan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim putaran tarif terbaru adalah tanggapan terhadap praktik perdagangan tidak adil China, termasuk subsidi dan aturan yang mengharuskan perusahaan asing di beberapa sektor untuk mendatangkan mitra lokal.

"Kami telah sangat jelas tentang jenis perubahan yang perlu dilakukan, dan kami telah memberi China setiap kesempatan untuk memperlakukan kami lebih adil," kata Trump.

"Tapi, sejauh ini, Cina tidak mau mengubah praktiknya," sambungnya seperti dimuat BBC.

Dia juga memperingatkan bahwa jika China membalas, maka Amerika Serikat telah mempersiapkan "fase ketiga", yang berarti akan memberlakukan tarif lebih lanjut dengan pajak atas produk China senilai 267 miliar dolar lainnya. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya