Berita

Djoko Santoso/Net

Wawancara

WAWANCARA

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 08:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sampai sekarang ketua tim sukses Prabowo-Sandi belum juga diumumkan. Struktur dan anggota tim juga belum ada yang pasti. Akibatnya muncul berbagai nama yang dikabarkan akan masuk ke timses. Salah satu nama yang dikabarkan bergabung adalah Buni Yani, seorang yang membuat viral video penistaan agama Ahok. Buni Yani pun hadir dalam acara deklarasi dukungan ter­hadap Prabowo-Sandi yang dilakukan oleh Melati Putih Indonesia.

Lantas apakah dia benar bergabung? Lalu siapa lagi yang akan bergabung ke timses Prabowo-Sandi? Dan bagaimana progres pembentukan timsesnya? Berikut penuturan bakal ketua timses Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.

Bagaimana perkembangan pembentukan timses?
Jadi kemarin kami baru ko­munikasi lagi, cuma belum selesai masalah administrasinya. Sebenarnya struktur sudah jadi, nama-nama pun sudah masuk, tinggal kami teliti lagilah kira-kira ini oke atau enggakoke. Kan ada usulan dari beberapa partai, dan ada banyak nama yang di­usulkan. Nah nanti jangansam­pai ketika diumumkan ada yang mundur gitu lho.

Jadi kemarin kami baru ko­munikasi lagi, cuma belum selesai masalah administrasinya. Sebenarnya struktur sudah jadi, nama-nama pun sudah masuk, tinggal kami teliti lagilah kira-kira ini oke atau enggakoke. Kan ada usulan dari beberapa partai, dan ada banyak nama yang di­usulkan. Nah nanti jangansam­pai ketika diumumkan ada yang mundur gitu lho.

Di cara kemarin kan ada Buni Yani. Dia sudah fixed masuk di timses?
Iya...iya masuk.

Posisi dia apa nanti?
Tim medsos (media sosial) dia.

Selain Buni Yani siapa lagi yang akan bergabung?
Ya ada, ada yang masuk dan ada yang menyusul. Artinya kami inventarisir dululah. Akan tetapi kami enggak akan mengumumkan nama-nama kalau be­lum ada keputusan. Sementara keputusan itu bukan dari saya sendiri.

Saya hanya mengonsep na­mun persetujuan ada di tangan Pak Prabowo, Pak SBY, Pak Zulkifli Hasan, dan Pak Sohibul Iman.

Kalau Gatot Nurmantyo bagaimana?
Sampai saat ini di koran sudah ada pernyataan dari beliau, yang mengatakan bahwa Pak Gatot enggak ke mana-mana, netral saja. Kan sudah ada di koran hari itu, jadi kami hormatilah pilihan­nya dalam demokrasi.

Lalu untuk pembentukan struktur timses bagaimana kemajuannya?

Belum ada, kan masih dalam proses. Nantilah kalau sudah wak­tunya kami ungkap semuanya.

Kenapa timses belum final juga?
Lho kan belum waktunya. Kan masih ada beberapa hari, nanti sajalah.

Sejauh ini apa saja langkah yang sudah disiapkan oleh timses?

Sudah ada senior saya menghubungi, tapi belum ada satu pun yang menjawab dengan pasti.

Lalu apa langkah selanjut­nya?

Apa yang bisa kami laku­kan, maka akan kami lakukan. Mengenai strategi yang sering ditanya jelas ada, tapi itu kan ra­hasia. Enggak ada strategi yang diumbar-umbar. Yang namanya strategi itu pasti dirahasiakan.

Tidak disiapkan strategi khusus?
Begini, menurut pendapat saya, saat ini pekerjaan kita itu bagaimana kita merebut hati dan pikiran rakyat. Menurut saya tidak ada gunanya melakukan langkah yang megah-megah dan sebagainya kalau kita tidak bisa merebut hati dan pikiran rakyat.

Beberapa hal yang dilakukan supaya kita merebut hati dan pikiran rakyat paling gampang kita tersenyum, bisa ramah tamah kepada rakyat, tidak me­nyakiti hati rakyat, kita beretika, sopan santun kepada rakyat. Sebenarnya pemilu ini perang merebut hati dan pikiran rakyat, bagaimana kita tampil untuk meringankan rakyat.

Dari kubu Anda kan sempat ada usulan debat mengguna­kan bahasa inggris. Apa tang­gapan Anda terkait usulan tersebut?

Ya itu bisa-bisa saja, silakan KPU yang aturlah. Itu kan bukan wewenang saya.

Kemarin kan Melati Putih mendeklarasikan dukungan. Bagaimana tanggapannya?
Jadi begini, saya juga sebet­ulnya diundang ini dari Melati Putih Indonesia. Mereka meminjam tempat pada istri saya, maka difasilitasi di sini. Pas kebetulan saya memang ketua tim sukses, ibu-ibu ini pinjam tempat dan pas kebetulan tem­pat saya.

Apa sasaran dari deklarasi tersebut?

Ya sasarannya tanya ibu-ibu itu dia mau apa. Yang penting tiap pikirannya, tiap hatinya itu paham apa yang dihadapi, apa yang menjadi tantangan, dan apa yang harus dilakukan. Pesan saya itu bahwa ini perebutan hati dan pikiran rakyat, jadi harus menghormati rakyat, dan harus punya etika dan sopan santun harus selalu tampil dalam segala kesulitan rakyat.

Bagaimana pandangan kubu Anda soal kekuatan ibu-ibu?
Ibu-ibu merupakan salah satu komponen dalam struktur masyarakat, di mana sekarang atau saat-saat ini ibu-ibu ini dan kaum perempuan menuntut emansipasi, dan semakin ter­buka. Dia sekarang sadar dan dia paham, maka dia menunjukan eksistensinya bahwa perempuan ada lho. Perempuan itu kan salah satu komponen bangsa juga. Dalam sebuah negara itu kan kedudukan penduduk perem­puan dan laki-laki sama ya kan. Makanya harus diperhitungkan juga bagi politisi.

Yang saya tahu posisi ibu-ibu itu sebetulnya sangat strategis. Lihat saja istri saya. Saat dia pergi ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) dengan anak saya yang dua orang, pasti dia mempengar­uhi anak saya ya kan? Dia pasti tanya nanti pilih siapa? Nah kan ada dialog. Kalau kita kan bapak-bapaknya pergi ya pergi saja sendiri. Jadi sebetulnya posisi ibu itu sangat startegis, apalagi ibu juga pendidik pertama dan utama dari generasi muda. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya