Berita

Persenjataan Turki yang dikirim ke perbatasan/AP

Dunia

Turki Kirim Senjata Tambahan Ke Perbatasan Suriah

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 14:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki terus mengerahkan pasukan dan persenjataan berat ke perbatasan dengan Suriah pekan ini.

Langkah itu diambil untuk mengantisipasi serangan besar oleh pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya yang dikuasai oleh oposisi.

Al Jazeera
pada Kamis (13/9) mengabarkan bahwa satu konvoi militer Turki tiba di sebuah pos Turki di dekat kota Morek, di provinsi Hama utara Suriah. Bukan hanya itu, ada juga pesawat militer yang menurunkan sejumlah tentara Turki di bandara sipil di provinsi Hatay, sekitar 50 km dari perbatasan Turki-Suriah. Meski begitu, tidak segera jelas apakah pasukan akan melintasi perbatasan atau tidak.


Menurut seorang ahli keamanan Turki, Metin Gurcan, tindakan itu adalah bentuk langkah defensif.

"Jika Anda melihat jenis-jenis sistem senjata itu, saya akan mengatakan mereka semua untuk tujuan pertahanan. Jadi saya tidak berpikir Turki memiliki niat ofensif dan kemampuan untuk campur tangan militer dalam teka-teki Idlib," katanya kepada Al Jazeera.

"Ini semacam pertahanan militer preventif dan defensif untuk mengelola aliran pengungsi yang diantisipasi karena dorongan pasukan Suriah yang didukung Rusia dari selatan," sambungnya.

Turki sendiri diketahui sudah menampung sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah sejak konflik terjadi di negara itu beberapa tahun lalu. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya