Berita

Tersangka dalam kasus keracunan Skripal/Net

Dunia

Dua Pria Rusia Bantah Tuduhan Racuni Eks Agen Ganda Di Inggris

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 08:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua orang pria yang dituduh sebagai tersangka dalam kasus keracunan mata-mata Rusia di Inggris mengatakan bahwa mereka hanya turis.

Keduanya itu adalah Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Mereka mengatakan kepada saluran Russia Today bahwa melakukan perjalanan ke kota Salisbury Inggris atas rekomendasi teman-temannya.

Mereka dituduh Inggris merupakan pelaku yang memberikan racun kimia berbahaya ke bekas agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia di Salisbury.


Kedua pria itu mengaku bahwa mereka bekerja di bisnis nutrisi olahraga. Mereka melakukan perjalanan ke Inggris untuk liburan singkat. Mereka mengunjungi London dan kemudin beberapa hari ke Salisbury.

"Teman-teman kami telah menyarankan untuk waktu yang lama bahwa kami harus mengunjungi kota yang indah ini, "kata Pterov, merujuk pada kota Salisbury.

Mereka mengatakan mereka hanya berkunjung beberapa jam di Salisbury pada Sabtu 3 Maret karena kondisi cuaca bersalju, tetapi kembali pada hari Minggu 4 Maret untuk mengunjungi tempat-tempat wisata.

Kedua pria itu mengakui bahwa mereka mungkin telah melewati daerah rumah Skripal, namun mereka tidak tahu persis di mana lokasinya.

Namun ketika ditanya soal keterlibatan mereka dalam serangan beracun itu, mereka tegas membantah. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya