Berita

Samin Tan/RMOL

Pertahanan

KPK Gali Hubungan Budisutrisno Kotjo Dengan Samin Tan

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 21:11 WIB | LAPORAN:

Pemilik perusahaan batu bara PT Borneo Lumbung Energi, Samin Tan irit bicara usai diperiksa lima jam oleh penyidik KPK.

Samin Tan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan suap Proyek PLTU Riau-1 untuk terasangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Usai menjalani pemeriksaan, Orang terkaya ke-28 di Indonesia tahun 2011 itu irit bicara. Samin memilih berjalan cepat dibanding menjawab pertanyaan awak media sudah menunggunya.


Ia hanya menjawab satu pertanyaan saat disinggung hubungannya dengan tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham Blackgold Natural Resources. Samin mengaku tidak mengenal bos perusahaan komsorsium pelaksana Proyek PLTU Riau-1 itu.

"Tidak, saya tidak kenal (Kotjo)," ujarnya seraya meninggalkan wartawan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/9).

Sementara itu, Jurubicara KPK Febri Diansyah mengatakan pemeriksaan Samin untuk mengklarifikasi hubungan saksi dengan tersangka.

Termasuk kerjasama perusahaan yang pernah digagas Sarmin dengan Kotjo.

"Karena ini proyek terkait mulut tambang, tentu ada batu bara. Ada beberapa poin yang kami klarifikasi hubungan saksi dengan tersangka, klarifikasi kerjasama antara saksi dan tersangka serta pengetahuan saksi dengan tersangka dalam kasus ini," ujar Febri.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Idrus Marham dan Kotjo.

Eni disanka KPK telah menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap, dengan rincian Rp 4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018. Uang itu terkait dengan proyek PLTU Riau-1.

Terkait peran Idrus, ia diduga terlibat dalam suksesi kontrak jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement PLTU Riau-1 kepada pihak konsorsium. [nes]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya