Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Laporan DPT Ganda Sudah Berkurang

RABU, 12 SEPTEMBER 2018 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum memastikan bahwa laporan tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda telah berkurang menjadi 6,3 juta.

Koalisi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelumnya melaporkan temuan sebanyak 25 juta DPT ganda.

"Tadi malam disampaikan dari 25 juta sudah berkurang jadi 6,3 juta. 6,3 juga itu menurut teman dari partai didapat dengan empat elemen dan data DPT," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/9).


KPU bekerja sama dengan koalisi Prabowo-Sandiaga yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempelajari temuan jutaan DPT ganda untuk Pemilu 2019.

"Pertama pakai DPS, angkanya waktu itu 137 juta dengan tiga elemen dapatnya 25 juta. Kemudian kita berikan data DPT, sudah kita berikan, 185 juta dan memang NIK (Nomor Induk Kependudukan) kita tutup jadi enam digit karena menyangkut kerahasiaan data pribadi sehingga teman-teman dari partai mengambil bukan tiga elemen tapi empat elemen dengan tempat lahir hasilnya hanya 6,3 juta," papar Viryan.

KPU meyakini proses penyisiran DPT bisa mengeliminir data ganda.

"Kami meyakini masih jauh di bawah itu. Angkanya berapa, kita masih terus melakukan pengecekan kegandaan dan verifikasi di daerah. Tapi data yang sudah kita rampungkan, analisis DPS di bawah satu persen data kegandaannya," demikian Viryan. [wah]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya