Berita

Abdul Somad/Net

Publika

UAS, Imam Mahdi Abad Ini

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 16:03 WIB

IMAM Ahmad bin Hambal pernah berkata. Diceritakan dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bahwa Allah menghantarkan pada umat ini seorang pembaharu dalam agama setiap seratus tahun. Sebagian pemikir menilai, Umar bin Abdul Aziz sebagai pembuka, disusul Imam Syafi'i, terakhir Imam Syahid Hasan Al Banna.

Lalu, di almanak hijriah abad ini yang sudah berjalan 40 tahun, siapa kira dimaksud Rasulullah tersebut. Raja Salman? Al Qaradawi? Erdogan? Mahathir? Zakir Naik? Habib Rizieq? Atau mungkin Ustadz Abdul Somad? Saya menduga yang terakhir ini. Bukan maksud diri nak menepikan yang lain.

Ramadan lima tahun yang lalu, hati sudah bersangka, suatu saat nanti, ustadz yang lahir dan besar di Sumatera bagian timur ini akan dikenal seantero negeri. Kajian rutin pekanan UAS dimulai di Masjid Akramunas, jama'ah tumpah melimpah. Kaji dipindah ke Masjid Al Falah Darul Mutaqin, tak lama, yang terlambat, siap-siap lah duduk di jenjang. Masjid An-Nur yang sepuluh tahun lalu cakap Ustadz Musthafa Umar, lebih banyak tiangnya dari pada jama'ah, menjadi pilihan selanjutnya.


UAS pun tak bisa mengelak viral di dunia gaib dan dunia nyata. Mencerahkan umat lintas provinsi, pulau dan negara. Dari mushola ukuran tujuh kali tujuh meter, sampai tanah lapang yang tak nampak ujung pangkal. Kantor petinggi negara hingga tengah hutan belantara. Semua dianggap sama penting, tak ada beda. Ladang yang harus digarap.

Ditabalkan Datuk Seri Ulama Setia Negara, dimuliakan jama'ah tablig, dibela Front Pembela Islam, didahulukan Muhammadiyah, disanjung Nahdlatul Ulama, disematkan Anggota Kehormatan Pemuda Pancasila, direkomendasikan sebagian kelompok salafi, Bahkan yang tak seaqidah pun ada mengaku tunak mendengar petuah UAS. Pokoknya cukup lokup.

Televisi nasional juga bertekuk tak berdaya, menyesuaikan diri dengan jadwal kajian yang sudah terisi. Live diharap atau record juga tak apa.

Di saat yang sama, jembalang tanah hatinya terus membusuk, mengalirkan nanah ke seluruh saraf. Otaknya mendidih meramu segala muslihat. Lalu api fitnah disembur ke delapan penjuru mata angin. UAS terasosiasi dengan organisasi terlarang. Itu ujarnya. Persekusi, deportasi dan intimidasi dilakoni. Sudah Protap.

Tetiba saya membayangkan UAS mengigau panjang, dan keluarkan pernyataan. Saya Mendukung Rezim Saat Ini Untuk Melanjutkan Kekuasaannya. Simsalabim, karpet merah dengan Tepuk Tepung Tawar akan dihampar bagi hamba dari tanah Melayu di sentra kekuasaan penguasa. Tergiurkah UAS?

Atau seperti Socrates? Dengan nilai kebenaran yang diyakininya, berselisih dengan mitos puja-puji dewa. Diumban ke penjara yang terbuka hingga akhir hayat dipilihnya. Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup menyembah istana. Pesan Tunjuk Ajar Melayu, Datuk Tenas Effendy. Apabila amanah hendak berlanjut, Serah kan kepada yang patut-patut, Apabila amanah hendak kekal, Serahkan kepada orang yang berakal. [***]

Alwira Fanzary Indragiri
Ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya