Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: ISIS Sangat Berpotensi Masuki Gerakan Ganti Presiden

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 14:49 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Setelah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengubah strategi dan taktik setelah kalah di Suriah. Yaitu dengan memanfaatkan potensi kekacauan di negara-negara lain yang memiliki pendukung seperti Indonesia.

"ISIS mengalami kekalahan terus menerus sehingga jalan teror yang dilakukan difokuskan ke negara-negaranya masing-masing. Jalan teror yang paling mudah dilakukan adalah memanfaatkan pergantian kekuasaan melalui sistem pemilihan umum," kata Direktur Masyarakat Anti Kekerasan Indonesia, Muhammad Baihaqi, Selasa (11/9).

Baihaqi menjelaskan bahwa Indonesia pada 2019 akan melakukan pemilihan umum dan hanya ada dua pasangan calon yang akan bertarung. Masing-masing pendukung calon terlihat ada gesekan yang kuat sehingga sangat berpotensi akan terjadi konflik di antara keduanya. Dengan demikian, kemungkinan besar ISIS akan bermain di sini.


"Gerakan yang berpotensi jadi pemicu menjadi gesekan adalah tagline #2019GantiPresiden. Gerakan ini memang dipelopori oleh kader PKS bernama Mardani Ali Sera. Tapi problemnya adalah gerakan ini belum secara legal diakui oleh tim dari calon presiden Prabowo. Karena itu gerakannya menjadi sangat liar dan berpotensi dimanfaatkan," tegas Baehaqi.

Baihaqi menambahkan secara ideologi, PKS memang dengan kelompok ISIS dibanding dengan partai lain atau kelompok lain. Sebagai contoh ada dari anggota DPRD Pasuruan dari PKS yang dideportasi dari Turki karena hendak memberikan bantuan ke kelompok pemberontak di Suriah.

"Nadir, anggota PKS itu mengaku datang ke Turki sebagai relawan kemanusiaan dari Yayasan Qouri Ummah. Dia berangkat pada 31 Maret 2017 dengan membawa uang donasi sebesar 20.000 dolar AS untuk para pengungsi di Turki dan Lebanon," ungkapnya.

Dalam catatan Masyarakat Anti Kekerasan Indonesia (MAKI), sambungnya, ada beberapa yang pernah jadi teroris dan hendak bergabung dengan ISIS. Sebagai contoh Sofyan Tsauri adalah mantan teroris yang terlibat dalam pelatihan teroris di Aceh pada 2010, dia pernah aktif di PKS. Juga ada nama lainnya yang juga pernah bergabung dengan PKS.

"Memang bahwa mereka terlibat dalam jaringan teroris setelah keluar dari PKS. Tapi dalam kondisi seperti ini yakni tahun politik, PKS yang mengusung tagline ganti presiden harus berhati-hati dalam mengusungnya karena kuatir dimanfaatkan oleh mereka sehingga merugikan PKS sendiri," demikian Baihaqi.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera sebelumnya menyatakan ada aktivitas kontra intelijen tanggapi aksi #2019GantiPresiden.

Mardani menilai motif mereka lakukan untuk memojokkan serta menggembosi gerakan ini.

"Ada upaya kontra intelijen untuk diskreditkan kami," tukasnya, beberapa waktu lalu. [jto]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya