Berita

Foto: Net

Politik

Benarkah Gerakan Mardani CS Ditumpangi Kelompok Tertentu?

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 09:25 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Gerakan #2019GantiPresiden yang dimotori politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, Neno Warisman, hingga Ahmad Dani tampaknya digembosi sejumlah pihak.

Bahkan ada yang menduga untuk menetapkan dasar-dasar lain ke dalam sistem pemerintahan Indonesia dan mempengaruhi segala bentuk praktik politik yang ada di Indonesia.

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah, Mada Wawan Masudi mewanti-wanti, gerakan ini berpotensi melahirkan suatu kebencian terhadap kepala negara.


Ia melihat, seakan-akan kelompok yang menggagas dan memobilisasi aksi ini tidak menunjukkan keberpihakan politik mereka secara terang-terangan.

"Ini kemudian bisa dengan mudah berbelok menjadi kebencian kepada kepala negara. Kalau itu terus menerus akan melahirkan situasi tidak baik," tegasnya.

Sementara, Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo ketika dihubungi menegaskan, jika ada penilaian bahwa gerakan itu dari kelompok pro Prabowo juga sangat wajar, karena ada agenda Pilpres 2019 nanti.

"#2019GantiPresiden ini didisain secara sistematis dan terstruktur, untuk kepentingan Pemilu 2019," ujarnya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera sebelumnya menyatakan ada aktivitas kontra intelijen di balik pemasangan spanduk #2019GantiPresiden berlogo Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan PKS.

Mardani menilai motif mereka lakukan untuk memojokkan serta menggembosi gerakan ini.

"Ada upaya kontra intelijen untuk diskreditkan kami," tukasnya, beberapa waktu lalu.[jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya