Berita

Sheikh Hasina/Reuters

Dunia

PM Bangladesh: Islamic Development Bank Harus Ambil Sikap Soal Rohingya

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 09:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Bangladesh mendesak komunitas global, termasuk Islamic Development Bank (IDB) untuk meningkatkan tekanan pada Myanmar demi memastikan pemulangan ratusan ribu warga Muslim Rohingnya yang melarikan diri akibat konflik di Rakhine.

"Meskipun dampak negatif terhadap sumber daya sendiri, ekologi dan penduduk setempat, kami telah membuka perbatasan kami untuk memberi perlindungan bagi sejumlah besar Muslim Rohingya di wilayah kemanusiaan," kata Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina saat meresmikan pusat regional IDB di ibukota Bangladesh, Dhaka.

"Saya mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah spesifik untuk membangun tekanan pada Myanmar untuk menerapkan kesepakatan," tambah Hasina seperti dimuat Reuters.


Diketahui bahwa lebih dari 700 ribu pengungsi Rohingya menyeberang dari barat Myanmar ke Bangladesh mulai Agustus tahun lalu akibat tekanan militer di Rakhine Myanmar.

"IDB tidak dapat tetap diam, ketika warga Rohingya dari Myanmar menjadi korban pembersihan etnis," tambah Hasina.

Sementara itu pihak IDB menanggapi bahwa secara proaktif pihak IDB telah menanggapi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pengungsi Rohingya.

“Bekerja sama dengan Pemerintah Bangladesh dan Malaysia, UNICEF dan mitra pembangunan lainnya di kawasan ini, IDB telah memberikan dukungan pendidikan yang penting bagi anak-anak pengungsi di pemukiman sementara melalui pembelajaran dini dan pendidikan dasar non-formal, dan berkontribusi pada infrastruktur penampungan , titik air dan layanan kesehatan yang mendesak," begitu keterangan IDB seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya