Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Kelompok pertama, kata pengamat keamanan Timur Tengah yang kini tinggal di Irak‎, Alto Luger, adalah elemen terorisme yang memberikan angin kepada sel-sel teroris aktif yang ada di Indonesia. Elemen ini mungkin saja tidak ikut berdemonstrasi bersama secara publik tapi memanfaatkan situasi anarki yang terjadi ini untuk rekrutmen sekaligus pembenaran keberadaan gerakan mereka.
Kelompok kedua, sambung Alto, adalah elemen Daulah Islamiyah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI mempunyai tiga tahapan dalam mendirikan khilafah, yang mereka bungkus dalam istilah "Revolusi Damai Islam." Yakni penguatan kader atau marhalah al-tathqif, tahapan interaksi atau marhalah tafa'ul ma'a al-naas dengan infiltrasi ke militer, polisi, institusi politik tertinggi dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya.
Populer
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09
Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40
Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
UPDATE
Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17
Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10
Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56
Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50