Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Menakar Kekuatan Jokowi Dan Prabowo Di Jawa Timur 


KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 | 13:42 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Dua bakal calon Presiden mengunjungi Jawa Timur di waktu hampir bersamaan. Adalah Petahana Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Kedatangan mereka tampaknya ingin menjaring elektoral di propinsi dengan jumlah pemilih terbanyak kedua ini.

Lantas kemana pilihan warga Jatim nantinya?


Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mengatakan, Jawa Timur penentu kemenangan Pilpres 2019.

“Kedatangan pak Jokowi dan Pak Prabowo, ke Jatim tentunya memiliki urgensi kuat berkait dengan upaya pemenangan Pilpres 2019,” kata dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/9).

Ia menilai, Jawa Timur menjadi penentu, dari aspek jumlah pemilih dan aspek persebaran peta kekuatan politik di Jawa.

Sebagaimana diketahui bahwa peta jumlah pemilih bahwa di Pulau Jawa dan Madura terdapat sekitar kurang lebih 53 hingga 56 persen pemilih dari seluruh Indonesia.

“Sementara persebaran kekuatan selama ini, Jabar, Banten dan DKI, peta pilgub dimenangkan kekuatan yang lebih dekat berafiliasi pada koalisi kekuatan pak Prabowo. Jateng dan DIY, cenderung afiliasi ke kekuatan Pak Jokowi. Maka Jawa Timur akan menjadi area yang kompetitif sekali,” tambahnya.

Sedangkan, sambung dia, persebaran kekuatan politik di Jatim sendiri jika merujuk Pileg 2014 dan Pilgub 2018, cukup unik. Karena kekuatan koalisi di pusat tidak segaris waktu pilgub Jatim.

“Di sini lah kerumitan akan dihadapi timses kedua pihak. Dari awalnya ‘kawan’ kini jadi lawan. Dan sebaliknya, jika waktu pilgub ada parpol berlawanan, kini menjadi berkoalisi. Ini perkara yang tidak gampang dan apalagi Pilpres berbarengan dengan pileg. Maka peta kekuatan agak rumit untuk dibaca,” papar dosen komunikasi politik ini.

Sementara, amatan dia, pondok pesantren masih akan menjadi area yang dianggap punya daya kekuatan politik. Minimal akan dijadikan klaim kekuatan.

“Potensi perang informasi sangat tinggi. Maka kemungkinan akan berseliweran informasi yang tingkat faktualnya tidak akurat. Warga hendaknya jeli dan selektif,” tutupnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya