Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Ini Penjelasan Sri Mulyani Mengenai Ketidakstabilan Ekonomi Indonesia

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 | 22:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Defisit neraca transaksi berjalan yang dialami Indonesia di kuartal II tahun 2018 mencapai 13,7 miliar dolar AS. Hal itu dipicu laju impor yang lebih cepat ketimbang ekspor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menguraikan salah satu penyebabnya ialah karena kondisi tahun 2018 ini yang tak menentu.

"Yang membedakan tahun 2018 ini dengan tahun 2016-2017 adalah transaksi modal apalagi emerging market saat ini berisiko," kata SMI di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/9).


Dia menyatakan ekspor Indonesia di tahun ini pun mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Namun impor juga naik jauh mencapai 24,5 persen.

Dikatakan, hal itu mengakibatkan emerging market di Indonesia menurut investor sangat berisiko. Selain itu, emerging market tersebut juga dipicu oleh kejadian di Argentina, Turki dan Afrika Selatan.

"Karena mereka (investor) menghadapi risiko ini maka terjadi rebalancing dari fund manager," terangnya.

Rebalancing adalah strategi menyesuaikan kembali alokasi portofolio sesuai tujuan investasi investor. Alokasi investasi itu juga harus disesuaikan dengan profil risiko.  

Menurut SMI, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong baik karena tidak ada inflasi yang signifikan.

"Sebenarnya tidak ada yang berubah di Indonesia, itu karena mereka melakukan rebalancing sehingga tidak ada capital inflow," pungkasnya.[lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya