Berita

KPK/Net

Hukum

Ternyata Rangkaian Peristiwa Korupsi PLTU Riau-1 Diketahui Bos Pertamina

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 21:16 WIB | LAPORAN:

Ternyata terdapat sejumlah rangkaian peristiwa dugaan korupsi Proyek PLTU Riau-1 diketahui Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, rangkaian peristiwa tersebut diketahui Nicke semasa menjabat di Direksi PT PLN.

"Kapasitasnya sebagai salah satu direktur pada saat masih bekerja di PLN. Jadi bukan kapasitas jabatan saat ini," ungkap Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/9).


KPK menduga, Nicke mengetahui sampai seluk-beluk proses perencanaan dan pelaksanaan, serta rapat-rapat pembahasan proyek PLTU Riau-1.

"Ada bagian dari rangkaian peristiwa kasus ini yang diketahui oleh yang berangkutan, apa terkait dengan proses perencanaannya, proses proyeknya, rapat-rapat atau yang lain. Tapi itu nanti akan kami tanyakan dulu dalam proses pemeriksaan," tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Nicke Widyawati dijadwalkan untuk diperiksa KPK terkait korupsi PLTU Riau-1 sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Namun, Bos PLN itu tidak bisa hadir. Nicke melalui stafnya menyatakan tidak bisa memenuhi panggilan penyidikan KPK. Dalihnya, ia harus menghadiri rapat pemegang saham.

Karena itu, KPK terpaksa harus menjadwal ulang pemanggilan terhadap Nicke. Namun, KPK masih belum memberitahukan waktu pastinya.

"Nanti kami jadwalkan ulang pemeriksaan," tandas Febri.[lov]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya