Berita

Ruben Dario dan Muhammad Anshor/RMOL

Dunia

Dekatkan Venezuela Dan Indonesia, Wamenlu Venezuela Ingatkan Kenangan Mantan Dubes Prianti

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Kepergian Duta Besar (Dubes) Prianti Gagarin Singgih Djatmiko masih kental dalam ingatan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Venezuela Ruben Dario Molina. Dubes Prianti dikenal sebagai mantan Dubes Caracas yang berjuang mendekatkan dan menyatukan Venezuela dengan Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Selasa (4/9), dihadapan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Muhammad Anshor, Wamenlu Venezuela Ruben Dario Molina menyampaikan duka citanya atas kepergian Dubes Prianti yang meninggal dunia pada Selasa 26 Juni 2018 lalu.

Baginya Dubes Prianti dikenal sebagai sosok yang baik, dan telah meninggalkan banyak kenangan untuk Venezuela semasa hidupnya, khususnya saat menjadi Dubes Venezuela pada 2012 lalu yang telah membangun sebuah pelatihan untuk masyarakat Venezuela seperti membuat batik dengan motif yang cantik.


"Untuk itu kepergiannya sangat menyisakan kesedihan yang mendalam karena beliau masih sangat muda," ungkapnya dalam pertemuannya di Kemlu.

Sementara itu, Anshor mengungkapkan Dubes Prianti merupakan delegasi tinggi sejak dilantik menjadi Dubes Caracas saat masa Kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2012. Selain itu ia juga dikenal sebagai wujud dari pribadi yang ingin selalu membawa dua bangsa Venezuela dan Indonesia sangat dekat.

Untuk diketahui, Dubes Prianti Gagarin Singgih Djatmiko meninggal dunia di Rumah Sakit MMC, Jakarta, Selasa 26 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB karena sakit. Almarhumah merupakan salah satu puteri terbaik bangsa yang lahir pada tanggal 19 April 1961 di Jakarta. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, supel, luwes dalam pergaulan dan penganyom yang baik.

Karir Dubes Prianti sebagai diplomat diawali sejak tahun 1986 dan 2012 dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Venezuela, berkedudukan di Caracas, pada tanggal 15 September 2017, beliau dilantik oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.[lov]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya