Berita

Setyo Wasisto/RMOL

Hukum

Ini Latar Belakang Dan Kronologi Penembakan Personel PJR Di Tol Cipali

SELASA, 04 SEPTEMBER 2018 | 02:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Detasemen Khusus antiteror 88 mengamankan tujuh orang penyerang personel Patroli Jalan Raya (PJR) Satlantas Polda Jabar di Tol Cipali, Jawa Barat pada Jumat (24/8) lalu.

Hasil penyelidikan sementara empat diantaranya merupkan pelaku utama. Adapun tujuh orang yang diamankan yaitu, Ica Ardeboran, Rajendra Sulistyo, Suherman, Cahyono, Gusrizal, Muhammad Untung dan Kitfirul Aziz.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan kasus penyerangan anggota PJR Satlantas Polda Jabar berkaitan dengan sejumlah peristiwa penyerangan terhadap anggota Polri di daerah Jawa Tengah.


Pertama, pada tanggal 11 Juli 2018 dua orang tak dikenal menyerang Aiptu Sakiyo anggota Polsek Bulakamba, Brebes Jawa Tengah hingga mengalami luka di bagian punggung.

Kemudian, sambung Setyo, 20 Agustus 2018 sekitar pukul 02.00 terjadi penyerangan dan perampasan senjata api terhadap Anggota Sabhara Polres Cirebon Kota, Brigadir Angga Turangga. Kemudian Pada 24 Agustus 2018 pukul 21.45 terjadi peristiwa kontak tembak Anggota PJR.

Terungkapnya kasus ini, pada 25 Agustus 2018 sekitar pukul 05.45. Ica Ardeboran dan Rajendra Sulistyo bersama satu orang lain mendatangi Rumah Sakit Dr Soesilo.

"Salah seorang yakni Ica Ardeboran (yang mengalami luka tembak) dan mengaku polisi membawa Rajendra yang juga mengalami luka tembak (pasca baku tembak dengan anggota PJR) mendaftar ke RS," jelas Setyo.

Dari hasil penyelidikan, ternyata Rajendra merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Cirebon pimpinan Heru Komarudin yang sudah ditangkap karena berencana menyerang Mako Brimob saat terjadi kerusuhan. Dari penyelidikan, empat orang dari kelompok JAD berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Empat orang yang DPO itu ternyata Rajendra, dengan demikian penyelidikan dikerucutkan pada tersangka (DPO) yang belum ditangkap tersebut," jelas Setyo.

Atas dasar hasil penyelidikan, Tim Densus bergerak. Hasilnya, pada Minggu 2 September, Densus mengamankan, Suherman yang diketahui pelaku penyerangan anggota Polsek Bulakamba, Brebes dan personel sabhara Polres Cirebon, Cahyono dan Gusrizal.

"Cahyono dan Gusrizal adalah yang membantu aksi tindak terorisme yang dilakukan Suherman, Rajendra, Ica Ardeboran dan Untung," urai Setyo.

Lalu hari ini, Senin 3 September 2018, sekitar pukul 09.30, 11.34 dan 11.59 tim Densus mengamankan tiga orang pelaku sekaligus yaitu Ica Ardeboran, Rajendra Sulistyo, Kitfirul Aziz dan Muhammad Untung.

"Karena melawan petugas, Ica dan Rajendra
berusaha melawan menggunakan senjata api jenis revolver (hasil rampasan milik anggota Polri), Sehingga dilakukan tindakan terukur, yang menyebabkan meninggal dunia," papar Setyo.

Sehingga, dari beberapa penangkapan dan yang telah berhasil diamankan berkaitan dengan penyerangan personel PJR maupun yang membantu, dan mengetahui ada penyerangan tapi tidak melapor kepada petugas

"Dia dianggap ikut serta dalam melakukan kejahata tersebut," ujar Setyo.

Setyo menambahkan, diduga kuat penyerangan ini merupakan serangan balas dendam karena beberapa diantaranya adalah kelompok JAD yang diketahui seorang pamannya ditangkap Densus saat hendak menyerang Mako Brimob.

Dengan demkian, lima orang tersangka berhasil ditangkap hidup, saat ini diamankan di Mako Brimob Cirebon, Jawa Barat dan masih dilakukan pemeriksaan pendalaman, untuk menggali adanya keterlibatan kelompok teror lainnya.

Dari pengungkapan ini beberapa barang bukti seperti sepucuk senpi jenis revolver, satu butir peluru dan empat buah selongsong kaliber 38 mm, dua buah sajam yang digunakan untuk meyerang anggota Sat Sabhara Polres Kota Cirebon dan dua unit sepeda motor. [nes]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya