Berita

Hikmahanto Juwono/Humas BNPT

Olahraga

Gelaran Asian Games Bikin Politisi Stop Bicara Perbedaan

JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Indonesia sejatinya harus terus menggaungkan semangat perdamaian dan keberagaman untuk solidaritas bangsa-bangsa di Asia. Apalagi keberagaman bangsa Indonesia telah diakui dan diapresiasi oleh bangsa-bangsa di Asia, bahkan dunia.

Ajang Asian Games 2018 menjadi salah satu bukti, Indonesia dengan segala keberagamannya mampu menyatukan bangsa-bangsa Asia dalam semangat persaudaraan dan sportivitas.

"Keberagaman Indonesia adalah  sesuatu yang luar biasa. Sudah banyak apresiasi yang diberikan kepada Indonesia karena mampu mengelola keberagaman menjadi sebuah kekuatan, bukan menjadi sesuatu yang melemahkan. Unity in diversity atau Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal besar bangsa ini untuk mewujudkan Energy of Asia di Asian Games 2018 ini," ujar Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana di Jakarta, Jumat (31/8).


Hikmahanto mengatakan, dengan semangat solidaritas bangsa Asia bisa bersatu. Dengan begitu Asia pasti mampu bersaing dengan bangsa Eropa dan Amerika. Buktinya gelaran Asian Games 2018 ini. Dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan sportivitas, Asian Games 2018 terbukti sejajar dengan gelaran bergengsi lainnya seperti Olimpiade.

"Perlu diingat bahwa pada lampau itu peradaban di Asia ini dianggap lebih tinggi, bila dibandingkan dengan peradaban orang Eropa maupun Amerika," ujar peraih British Achieving Award dari Pemerintah Inggris ini.

Hikmahanto juga menerangkan, adanya Asian Games ini bisa pula dijadikan momentum untuk meredakan ketegangan di masyarakat terhadap situasi politik bangsa jelang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Menurutnya perbedaan itu suatu fitrah, sesuatu yang tidak mungkin dihindari. Namun perbedaan itu adalah hal yang wajar dalam sebuah proses berdemokrasi.

"Yang perlu kita pahami adalah jangan kemudian perbedaan itu memecah belah kita. Adanya perbedaan sejatinya untuk memperkuat kita. Artinya kita  ingin mendapatkan pemimpin yang baik, pemimpin yang amanah dan lain sebagainya. Pada saat pemimpin itu nanti muncul, tentu keberagaman itu harus menjadi satu lagi," ujarnya.

Dalam pengamatannya, gelaran Asian Games ini seperti kondisi di Amerika Serikat, dimana ketika ada prajuritnya yang dikirim tugas perang ke luar negeri, maka para politisinya akan stop membicarakan apakah tindakan ini benar atau salah. Mereka semuanya akan mendukung prajurit-prajurit itu ketika mereka berperang.

"Sekarang ini saya melihat para politisi punya kesadaran seperti itu. Ketika Asian Games berlangsung kita tidak boleh membicarakan bahwa ini untuk kepentingan politik tertentu dan lain sebagainya. Kita semua mendukung para atlet yang bertanding di laga Asian Games atas nama Indonesia dan itu yang memang harus kita lakukan,” kata pria yang juga anggota Kelompok Ahli BNPT bidang Hukum ini.
 
Untuk itu menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Indonesia itu jangan hanya sekedar slogan. Seluruh komponen masyarakat harus tetap menjaga keberadaan bangsa Indonesia ini dalam satu kesatuan. [wid]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya