Berita

Foto: KBRI Oslo

Dunia

Dubes RI Oslo Pamerkan Potensi Blue and Green Economy Indonesia

JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dubes RI Oslo, Todung Mulya Lubis memberikan pemaparan soal potensi "Blue and Green Economy" Indonesia bagi Pebisnis Norwegia yang akan melakukan perjalaan bisnis ke Indonesia (Kamis, 30/8). Pemaparan ini dilakukan atas undangan Innovation Norway.

Dalam pemaparannya, Dubes Todung menekankan bahwa pengembangan blue and green economy yang diharapkan dapat menjadi salah satu sektor andalan perekonomian Indonesia di masa depan, serta kekayaan sumber-sumber energi terbarukan yang sangat berlimpah di Indonesia, seperti tenaga angin, air, surya, panas bumi, arus laut, biomassa dan sampah/limbah.

Khusus terkait sampah/limbah, termasuk sampah laut, Dubes Todung menguraikan berbagai kebijakan dan upaya Pemerintah RI bersama seluruh pihak terkait dan masyarakat luas, dalam mengelola sampah/limbah demi menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus penciptaan added-value melalui pemanfaatan sampah/limbah menjadi energi.

Lebih lanjut dia menjelaskan soal berbagai skema kerja sama internasional, baik global, trilateral maupun bilateral yang diinisiasi Indonesia guna meningkatkan kesadaran publik demi mewujudkan pengelolaan sampah/limbah yang lebih baik.
Lebih lanjut dia menjelaskan soal berbagai skema kerja sama internasional, baik global, trilateral maupun bilateral yang diinisiasi Indonesia guna meningkatkan kesadaran publik demi mewujudkan pengelolaan sampah/limbah yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Todung mengajak Pebisnis Norwegia, khususnya Investor Potensial, untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah RI (pusat dan daerah) dan kalangan usaha terkait di Indonesia dalam pengelolaan sampah/limbah secara berkelanjutan (sustainable waste management), serta pengembangan proyek-proyek waste to energy yang akan memberikan kemaslahatan bagi semua pihak. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya