Berita

Politik

Gerindra: Kuasai Media Informasi Berpeluang Menangkan Pilpres

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perang di media sosial terkait kontestasi Pilpres 2019 sudah mulai sedikit memanas. Siapa yang dapat menguasai media informasi tentu yang akan memiliki kesempatan memenangkan Pilpres ini.

"Ada pakar bernama Alvin Toffler bilang siapa yang berhasil menguasai informasi maka ia menguasai dunia dan saya setuju dengan itu. Sehingga pada konteks Pilpres siapa yang menguasai media informasi maka memiliki kesempatan menang di Pilpres," ujar fungsionaris Partai Gerindra, Anggawira dalam keterangannya, Kamis (30/8).

Koordinator Nasional Sahabat Prabowo-Sandi ini menambahkan, abad ini adalah abad teknologi di mana dunia sosial dan dunia media digital ini sangat penting. Segala informasi ini tidak hanya tergantung pada media mainstream tapi juga bersumber pada sosial media dan tentu itu menjadi lahan yang penting untuk digarap secara seksama.


"Zaman now ini memang abad teknologi di mana dunia sosial dan media digital sangat penting. Jadi segala informasi bisa kita dapatkan tidak hanya tergantung pada media mainstream tapi bersumber juga pada sosial media. Hal itu tentu jadi lahan penting untuk bisa kita garap secara seksama agar memenangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi," kata Anggawira.

Menurutnya, pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. The new Prabowo juga salah satu terobosan yang ditawarkan pasangan Prabowo-Sandi kepada masyarakat dan netizen terutama generasi milenial.

"Saya rasa pasangan capres-cawapres itu satu kesatuan yang saling melengkapi dan saya yakin pasangan Prabowo-Sandi sebagai suatu kekuatan. The new Prabowo itu sebuah terobosan yang ditawarkan pada masyarakat khususnya generasi milenial yang cerdas, makin dalam menggali informasi dan fakta agar tidak tertipu oleh bungkus, pencitraan, dan sebagainya," kata Anggawira.

Lebih lanjut, mencari pemimpin dengan cara mencari dan menelusuri rekam jejaknya track record-nya. Lalu, menilai bibit, bebet, bobot seperti kata orang Jawa. Jadi harus dibuka dari ujung hingga pangkalnya seperti apa dari sosok kandidat pemimpin yang ada.

"Ya, silahkan saja bagi masyarakat untuk menelusuri rekam jejak Pak Prabowo, Bang Sandi, atau kandidat lawan. Dan kita nilai apakah orang tersebut mampu menjanjikan atau memberikan gagasan perubahan yang lebih baik lagi daripada situasi saat ini yang rakyat rasakan memang sudah tidak lebih baik dari masa sebelumnya," tutupnya. [rus]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya