Berita

Defia Rosmaniar/Net

Olahraga

Defia Rosmaniar Berharap Bisa Mengilhami Orang Lain

SENIN, 27 AGUSTUS 2018 | 14:06 WIB | LAPORAN:

Asian Games 2018 adalah ajang meraih prestasi tertinggi di arena olahraga antara bangsa-bangsa Asia. Di sini, setiap atlet dituntut mampu menampilkan teknik, fisik, serta jiwa sportivitas kelas satu untuk bisa mendapat supremasi tertinggi yaitu medali emas.

Tentu saja ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap atlet apabila bila berhasil meraih emas dan mengibarkan sang saka Merah Putih di gelanggang olahraga

Tidak hanya itu, gelaran Asian Games juga diyakini sebagai arena terbaik untuk meningkatkan dan membuktikan jiwa patriotisme anak bangsa, sekaligus menguatkan rasa cinta tanah air. Pasalnya, tanpa jiwa patriot dan rasa cinta tanah air, seorang atlet akan sulit untuk bisa berprestasi maksimal.


Hal itulah yang dirasakan oleh peraih medali emas pertama Indonesia di kancah Asian Games 2018, Defia Rosmaniar. Ia meraih medali emas taekwondo kelas poomsae putri perorangan. Di final, Minggu (19/8) lalu, Defia tampil sempurna saat mengalahkan atlet Iran, Marjan Salahshouri.

"Bangga banget. Ini tidak sekadar bangga meraih prestasi, tapi bangga bisa memberikan hadiah terbaik bangsa bangsa Indonesia dan keluarga. Apalagi medali saya dikalungkan oleh Presiden Jokowi. Itu adalah penghargaan luar biasa bagi saya," tutur Defia di Jakarta, Senin (27/8).

Defia mengaku perjuangan meraih emas tidaklah mudah. Tidak hanya harus bisa mengalahkan lawan-lawannya dari babak awal sampai final Asian Games 2018, tapi perjuangan sudah dilakukan sejak masa-masa persiapan.

Apalagi, di awal try out di Korea Selatan, ia mendapat musibah yaitu ditinggal ayah tercinta untuk selama-lamanya. Padahal sang ayah lah yang selama ini selalu mendukungnya menjadi atlet taekwondo. Namun, itu tidak menyurutkan niatnya untuk menempa diri secara maksimal.
Defia mengaku ikhlas dengan berbagai cobaan selama masa persiapan. Ia juga mengaku selalu termotivasi untuk meraih prestasi terbaik, meski tidak pernah menyangka medali emas menjadi ganjaran perjuangan kerasnya.

Kini, prestasi emas telah dicapai. Guyuran bonus dan puja-puji pun mengalir ke Defia. Tapi dara cantik asal Bogor tidak ingin jemawa. Ia hanya berharap, keberhasilannya ini bisa mengilhami orang lain untuk berbuat yang sama dalam menggapai masa depan yang baik, terutama bagi generasi muda Indonesia. Apalagi di era milenial saat ini, anak muda menjadi sasaran penyebaran hal-hal negatif, mulai dari hoax, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme, narkoba, dan lain-lain, yang bertujuan merusak masa depan Indonesia dan persatuan NKRI.

"Untuk para generasi muda, ayo terus berprestasi, tingkatkan jiwa patriotisme, jauhkan hal-hal negatif yang akan membuat kekacauan di negeri tercinta ini," ajak Defia. [wid]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya