Berita

Zulkifli Hasan berfoto bersama usai ujian promosi Doktor Dahnil Anzar Simanjuntak/Ist

Ketua MPR: Warga Muhammadiyah Sudah Mempraktikkan Pancasila

JUMAT, 24 AGUSTUS 2018 | 22:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi sikap keluarga besar Muhammadiyah yang telah menerapkan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya, seperti yang diwujudkan dalam pengembangan ekonomi umat.

Menurut Zulkifli warga Muhammadiyah mengembangkan ekonominya, bukan semata karena ingin kaya dan sejahtera sendiri. Mereka terpacu ingin maju dan sejahtera, bersedekah membantu sesamanya yang belum beruntung.  

"Itu artinya, ada nilai keadilan sosial, yang ingin dicapai dan diusahakan oleh warga Muhammadiyah", ujar Zulkifli saat usai menghadiri ujian promosi Doktor, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (24/8).


Ikut hadir pada acara tersebut Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar, Dewan Penasehat Partai Golkar Akbar Tanjung, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Zulkifli menambahkan sikap warga Muhammadiyah, sangat sesuai dengan kondisi sekarang. Karena itu sudah waktunya, bangsa Indonesia melaksanakan segala aktivitasnya untuk kepentingan bersama. Bukan hanya untuk kepentingan  individu atau kelompok  tertentu saja.

"Kalau masyarakatnya terangkat, sudah pasti individunya pun terangkat.  Ini membuktikan adanya keadilan sosial, artinya warga Muhammadiyah  sudah melaksanakan Pancasila", kata Zulkifli menambahkan.

Dahnil yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, mengajukan disertasi doktornya dengan judul Penggunaan Sistem Pengendalian Manajemen Berbasis Etika Muhammadiyah Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM.

Dalam disertasiya Dahnil menjelaskan perjuangan kalangan UMKM dilingkungan warga Muhammadiyah banyak dipengaruhi oleh Alquran, Surat Al Maun, ayat 1-7, dan surah Al Azhar ayat 1-3.

Warga Muhammadiyah berjuang agar sukses dalam bisnis, tidak semata didasari niat untuk memperkaya diri sendiri, tetapi juga memiliki motif  sosial, bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitarnya, melalui jalan bersedekah.

Karena itu, saat ini Muhammadiyah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pasalnya, sebagai persyarikatan yang memiliki aset sangat banyak, tapi ternyata masih banyak juga warga Muhammadiyah yang masih belum sejahtera.

Ujian promosi Doktor ini, tidak berjalan secara tegang. Beberapa kali, para menguji dan para tamu terdengar melepas tawa. Terlebih ketika para penguji, mengaitkan acara sidang dengan kondisi bangsa dan negara saat ini. [nes]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya