Berita

Aries Susanti Rahayu/RMOLSumsel

Olahraga

Pemanjat Berhijab Torehkan Emas Pertama Di Jakabaring

JUMAT, 24 AGUSTUS 2018 | 05:10 WIB | LAPORAN:

Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang di komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Penantian itu tercapai setelah kontingen Indonesia mendulang medali di Arena Sport Climbing Jakabaring, Kamis (23/8) di nomor speedrecord putri atas nama Aries Susanti Rahayu.

Pemanjat berhijab ini membukukan catatan waktu 7.61 detik di partai puncak mengungguli rekan senagaranya Puji Lestari yang meraih catatan waktu 7.98 detik. Meski mampu tampil di All Indonesian Final, namun langkah kedua pemanjat itu untuk tampil di partai final tentu tidaklah mudah.

Baik Aries dan Puji harus menyingkirkan beberapa pemanjat dari negara lain sebelum berduel di babak final. Tingkat kesulitan terlihat saat Aries menghadapi pemanjat China Song Yiling di semifinal. Pencapaian waktu sangat ketat namun Arie yang tampil tenang berhasil tampil lebih cepat 7.68 detik terpaut tipis dari Song yang meraih catatan 7.80 detik.


Begitu juga dengan Puji Lestari yang berhasil membuat catatan waktu 7.84 detik sekaligus mengungguli He Cuilin dari China yang meraih catatan 7.94 detik.

"Alhamdulillah saya tidak menyangka meski ini bukan catatan terbaik namun saya bersyukur, ke depan harus lebih baik lagi," kata Aries dineritakan Kantor Berita RMOLSumsel Kamis (23/8).

"Saya cukup tenang karena yang menjadi lawan di final rekan sendiri Puji, apapun hasilnya yang terpenting bisa meraih emas di nomor ini," tambahnya.

Namun sayang keberhasilan Aries dan Puji tidak menular kepada unggulan putra. Aspar dan Sabri yang tampil di nomor speed record putra harus gagal di babak semifinal. Aspar yang menjadi andalan diharapkan meraih emas harus kandas dari pemanjat China Zhong Qixin.

Catatan waktu Aspar 5.65 detik hanya terpaut tipis dari Zhong yang meraih 5.64 sementara Sabri juga gagal melaju ke final setelah dikandaskan oleh pemanjat Iran Alipour Reza yang di nomor ini berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Zhong Qixin di partai puncak.

"Saya kurang tenang dan memang tidak beruntung di semifinal sebelumnya sudah main bagus meski ada sedikit missed dan tapi begitula di Speed Record sulit ditebak," kata Aspar yang berhasil menyumbang medali perunggu di nomor ini. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya