Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Gempa Lombok, Andi Arief: Ia Akan Datang Lagi

KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 06:11 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Gempa seakan tak mau berhenti. Tercatat sudah terjadi 1.005 gempa susulan sejak pertama gempa akhir Juli 2018 melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hal ini diketahui dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief memprediksi, kelihatannya energi yang dilepas di Lombok melalui gempa relatif hampir keluar maksimal. Akan muncul kembali setelah tenang mungkin 30 tahun atau 50 tahun lagi, bahkan lebih.


“Saudara-saudara kita di Lombok harus bangkit, generasi berikutnya diingatkan dan disiapkan. Ia akan datang lagi,” kata Andi Arief dalam twit-nya di akun @AndiArief, Kamis (23/8).

Gempa di Lombok mengakibatkan korban tewas mencapai ratusan orang. Jumlah bangunan rumah rusak lebih dari seribu unit. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya