Berita

Pimpinan PSI dan dua mantan dubes/Net

Politik

Grace Sambut Baik Kehadiran 2 Mantan Dubes Didaftar Bacaleg PSI

RABU, 22 AGUSTUS 2018 | 15:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masalah korupsi, intoleransi, dan kesejahteraan masyarakat yang masih belum membelenggu negeri ini menjadi alasan dua mantan dua besar, Iwan Wiranata Atmadja dan Mangasi Sihombing tergugah terjun ke politik.

Keduanya kini tercatat sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri.

Iwan yang merupakan mantan Duta Besar RI untuk Iran, Azerbaijan, Turkmenistan, Bangladesh, dan Nepal mengaku ingin mengembalikan nilai-nilai luhur politik yang selama ini tergadaikan, yaitu menyejahterakan kehidupan masyarakat dengan membangun sistem anggaran yang tepat sasaran.


“Saya juga akan menyisir regulasi yang multitafsir dan tumpang tindih yang selama ini menjadi celah terjadinya korupsi dan ketidakadilan hukum,” ujar alumni Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (22/8).

Sementara Mangasi yang merupakan mantan Duta Besar untuk Hongaria, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, serta Macedonia ini bertekad memperjuangkan regulasi yang pro rakyat dan fokus padapengentasan kemiskinan.

Dia juga ingin ada regulasi yang ketat dalam hal intimidasi dan intoleransi.

“Saya melihat UU antikorupsi harus diperkuat,” tutur Ketua Dewan Pembina Indonesia Literature Translation Foundation (ILTFF).

Kehadiran dua mantan dubes sebagai bacaleg itu disambut baik Grace Natalie. Menurutnya, parlemen Indonesia sangat membutuhkan sosok-sosok yang mumpuni dalam soal hubungan luar negeri.

“Kehadiran Bro Iwan dan Bro Mangasi akan mengisi kebutuhan tersebut dari PSI,” kata Grace. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya