Berita

Bendera Suriah/Net

Global

Inggris Segera Stop Pendanaan Untuk Suriah Di Wilayah Pemberontak

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 | 10:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Inggris akan segera mengakhiri pendanaan untuk beberapa program bantuan di wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak.

“Karena situasi di lapangan di beberapa daerah menjadi semakin sulit, kami telah mengurangi dukungan untuk beberapa program non-kemanusiaan kami, tetapi terus memberikan dukungan penting untuk membantu mereka yang paling membutuhkan dan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di negara ini," kata seorang juru bicara pemerintah Inggris seperti dimuat Reuters (Minggu, 19/8).

Laporan itu menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri dan Departemen Pembangunan Internasional telah menetapkan program bantuan di bagian barat laut Suriah tidak lagi akan dilanjutkan.


Pemerintah Inggris mengatakan telah menghabiskan 152 juta poundsterling untuk program-program kemanusiaan di Suriah untuk tahun keuangan 2017-2018.

Inggris diketahui telah meningkatkan bantuannya serta pasokan kendaraan lapis baja dan pelatihan untuk oposisi Suriah di 2013.

Suriah barat laut adalah wilayah besar terakhir yang masih dipegang oleh pemberontak.

Konflik di Suriah sendiri telah menewaskan sekitar setengah juta orang, mendorong lebih dari 5,5 juta orang keluar dari negara itu dan memindahkan lebih dari 6,5 juta orang di dalamnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya