Berita

Seif al-Din Mustafa/BBC

Dunia

Siprus Ekstradisi Pembajak Egypt Air Ke Mesir

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 | 07:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria Mesir yang membajak sebuah pesawat dan dialihkan ke Siprus telah dideportasi ke negara asalnya setelah pertempuran ekstradisi selama dua tahun terakhir.

Dia adalah Seif al-Din Mustafa. Dia dituduh menggunakan sabuk bunuh diri palsu di penerbangan dalam negeri EgyptAir dan memaksa penerbangan itu mendarat di Larnaca di Siprus pada Maret 2016.

Pada saat itu, penerbangan EgyptAir MS181 membawa 56 penumpang dari Alexandria ke Kairo, bersama dengan enam awak dan seorang pejabat keamanan.


Dia mengatakan motivasinya adalah mencari suaka dan menyoroti apa yang disebutnya represi oleh pemerintah Mesir. Dia kemudian diamankan di Siprus dan

Selama persidangan di Siprus, Mustafa menolak ekstradisi, dengan alasan dia tidak akan menghadapi pengadilan yang adil di Mesir.

Tidak ada yang terluka dalam pembajakan itu dan pada saat itu, pihak berwenang Siprus mengatakan insiden itu tidak terkait dengan terorisme.

Upaya pembajakan itu diyakini telah dipicu oleh perselisihan antara Mustaf dan mantan istrinya, yang tinggal di Siprus.

Dimuat BBC, tetapi jaksa Mesir mendesak Siprus untuk menyerahkan Mustafa kepada korban di bawah perjanjian ekstradisi bilateral tahun 1996.

 Tahun lalu, Mahkamah Agung Siprus menolak bandingnya terhadap langkah itu dan dia pun diekstradisi ke Mesir akhir pekan kemarin. [mel]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya