Berita

Muhammad Najib/Net

Politik

Olahraga Dan Kemajuan Bangsa

MINGGU, 19 AGUSTUS 2018 | 03:04 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

MENS SANA in Corpore Sano adalah ungkapan dalam bahasa Yunani yang sangat terkenal dalam masyarakat olahraga. Artinya: Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Dalam lagu kebangsaan kita Indonesia Raya juga terselip sebuah bait berbunyi: Bangunlah Jiwanya; Bangunlah Badannya.

Jika Bangsa Yunani kuno mengingatkan pentingnya berolahraga agar badan kita sehat, karena dengan badan yang sehat akan tumbuh jiwa yang kuat.


Sementara WR. Supratman melalui salah satu bait lagu yang digubahnya justru mengingatkan pentingnya membangun jiwa yang kuat terlebih dahulu diikuti dengan pentingnya menjaga kesehatan.

Jika Bangsa Yunani Kuno hanya melihat hubungan badan yang sehat dengan jiwa yang kuat, sedangkan Bangsa Indonesia lahir dari perjuangan panjang membebaskan diri dari rangkaian penjajahan bangsa-bangsa asing justru melihat pentingnya jiwa yang kuat dalam menjaga martabat bangsa tanpa mengabaikan pembangunan raga sebagai sarana yang menopangnya.

Walaupun kedua pandangan ini serupa dalam melihat hubungan jiwa dan raga, akan tetapi memberikan penekanan yang berbeda. Perbedaan ini tentu tidak bisa dilepaskan dengan rentang waktu pandangan itu lahir, disamping perjalanan sejarah bangsa itu sendiri yang menginspirasinya.

Dalam dunia modern olahraga juga menjadi ajang unjuk kekuatan dan menggambarkan kemajuan sebuah bangsa. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari tuntutan sejumlah faktor agar prestasi bisa diraih.

Pertama, faktor kualitas sumber daya manusia (SDM). Hanya masyarakat yang sejahtera yang dapat memenuhi tuntutan gizi yang diperlukan agar tumbuh sehat dan kuat. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit juga ikut menentukan kesehatan masyarakat.

Kedua, fasilitas olahraga yang dilengkapi dengan peralatan memadai, pelatih berkualitas, dan organisasi serta manajemen modern. Semua ini hanya mungkin dipenuhi jika pemerintah memiliki anggaran memadai. Dan anggaran memadai baru bisa dialokasikan jika sebuah negara ekonominya maju.

Ketiga, faktor pendidikan. Olahraga di era modern juga menyangkut teori. Mulai teori dalam rekrutmen calon-calon atlet, teori dalam pelatihan, dan teori serta strategi dalam menghadapi kompetisi. Jika pada bagian pertama lebih menekankan aspek fisik, maka pada bagian ini lebih menekankan bagian non fisik. Karena kemajuan dan penguasaan sain dan teknologi suatu bangsa akan ikut menentukannya.

Karena itu, prestasi olahraga sebuah bangsa sejatinya merupakan akumulasi dari capaian dan prestasi bangsa tersebut dalam berbagai bidang. Dengan kata lain perolehan medali sebuah negara menggambarkan kemajuan bangsa tersebut. Karena itu, secara sederhana kemajuan sebuah bangsa dapat diukur dari bagaimana prestasinya dalam olahraga.

Bagaimana jika paradigma ini kita gunakan untuk memotret Indonesia?

Tentu kita perlu memberikan dukungan kepada para atlet kita yang kini membawa panji-panji merah-putih bertanding di berbagai cabang olahraga dan berhadapan dengan para atlet dari negara lain. Semoga mereka berhasil meraih medali sebagaimana ditargetkan. [***]


Penulis adalah Direktur Eksekutif Center for Dialogue and Cooperation among Civilization


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya