Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Lira Melemah, China Beri Dukungan Moral Ke Turki

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 | 12:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah krisis mata uang Lira dan sanksi tegas Amerika Serikat, China menawarkan dukungan moral kepada Turki jelang akhir pekan ini.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Luar Negeri China menekankan bahwa Beijing yakin Ankara dapat mengatasi kesulitan ekonomi yang saat ini menimpa.

Lira Turki diketahui telah kehilangan sepertiga dari nilainya terhadap dolar tahun ini karena memburuknya hubungan antara sekutu NATO Turki dan Amerika Serikat menambah kerugian didorong oleh kekhawatiran atas pengaruh Presiden Tayyip Erdogan atas kebijakan moneter.


Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat "arah baru" dari ekonomi Turki dan hubungan luar negerinya.

"Turki adalah negara pasar berkembang yang penting, dan tetap stabil dan mengembangkan manfaat perdamaian dan stabilitas regional," tambah kementerian tersebut seperti dimuat Reuters.

"China percaya bahwa Turki memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan ekonomi sementara, dan berharap pihak-pihak terkait dapat mengurangi perbedaan mereka melalui dialog," katanya, mengacu pada Turki dan Amerika Serikat.

Keterangan yang sama juga merujuk pada laporan media bahwa Bank Umum dan Komersial negara yang dikelola pemerintah China telah menandatangani perjanjian pembiayaan senilai 3,8 miliar dolar AS dengan Turki. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya