Berita

Foto: Reuters

Dunia

Israel Izinkan Barang Komersial Masuk Gaza

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 15:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel mengizinkan barang-barang komersial kembali ke Jalur Gaza pada hari Rabu (15/8) sebagai tanda semakin berkurangnya ketegangan di wilayah tersebut,

Tetapi prospek kesepakatan antara Israel dan kelompok Islam Hamas di Gaza memicu kekhawatiran di dalam pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka khawatir Hamas akan mengambil keuntungan dari segala upaya dari pertempuran untuk membangun persenjataan roketnya.

Kabinet keamanan Israel, sebuah forum para menteri senior yang dipimpin oleh Netanyahu, membahas situasi tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu, seorang "pejabat diplomatik" Israel mengatakan Hamas harus membuktikan komitmennya terhadap gencatan senjata.


Selain ingin tenang di sepanjang perbatasan, Israel mengatakan Hamas harus mengembalikan jasad dua tentara yang tewas dalam perang Gaza 2014 dan membebaskan dua warga sipil yang nasibnya tidak diketahui, yang dikatakan ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza.

"Tidak akan ada kesepakatan yang tepat dengan Hamas tanpa pemulangan anak-anak dan warga negara kami, dan tanpa (itu) memastikan ketenangan untuk jangka waktu yang lama," kata pernyataan dari kantor perdana menteri seperti dimuat Reuters.

Di persimpangan komersial Kerem Shalom Israel dengan Gaza, pengiriman buah dan sayuran, bahan bakar dan bahan konstruksi pindah ke wilayah 2 juta orang.

Israel mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mencabut larangan barang-barang komersial yang diberlakukan pada 9 Juli sebagai tanggapan atas peluncuran oleh orang-orang Palestina dari balon-balon pembakar di seberang perbatasan. [mel]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya