Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Satu Orang Ditangkap Pasca Overdosis Massal Di Taman

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 08:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang tersangka berhasil diamankan setelah lebih dari 40 orang overdosis di sebuah taman Connecticut dengan obat yang dicurigai dicampur opioid pekan ini.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa atas insiden overdosis massal tersebut, namun sejumlah orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Overdosis pertama kali dilaporkan terjadi di dekat Universitas Yale pada Selasa malam (14/8) lalu. Tim darurat kemudian menanggapi total ada tiga overdosis massal di taman New Haven Green.


Sebanyak 18 orang ambruk pada Rabu pagi (15/8) dalam rentang waktu tiga setengah jam. Beberapa orang ditemukan tidak sadarkan diri, sementara yang lainnya muntah dan atau menunjukkan gejala overdosis lainnya.

Secara keseluruhan, lebih dari 40 orang telah overdosis.

Insiden terbaru ini mengikuti laporan baru yang menemukan catatan 72.000 orang Amerika meninggal karena overdosis pada tahun 2017 lalu.

Pasca insiden tersebut, seperti dimuat BBC polisi menangkap seorang pria pada hari Rabu (15/8) yang dicurigai terkait dengan beberapa obat yang menyebabkan overdosis.

Otoritas keamanan setempat sejauh ini meyakini bahwa mereka yang overdosis itu mungkin telah mengambil dosis K2, yakni obat sintetis yang dipasarkan sebagai mirip dengan ganja.

Dr Kathryn Hawk, seorang dokter Departemen Gawat Darurat di Rumah Sakit Yale New Have, mengatakan bahwa obat itu dicampur dengan fentanil, tetapi polisi belum mengkonfirmasi obat itu. [mel]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya