Berita

Facebook/Net

Global

Ujaran Kebencian Terhadap Rohingnya Masih Marak Di Facebook

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 08:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aplikasi sosial media, Facebook saat ini masih memunculkan postingan berisi ujaran kebencian, termasuk ancaman pembunuhan terhadap warga Rohingya di Myanmar.

Hasil temuan kantor berita Reuters baru-baru ini menemukan bahwa ada lebih dari 1.000 postingan berisi anti-Rohingya yang berisi ujaran kebencian di Facebook. Padahal, raksasa teknologi dunia itu telah berjanji untuk memerangi materi dan konten berisi ujaran kebencian terhadap Rohingya yang dapat mendorong mendorong kekerasan terhadap kelompok Muslim di Myanmar.

Peraturan Facebook melarang serangan konten berisi kekerasan atau tidak manusiawi pada kelompok etnis.


Namun, menurut temuan Reuters, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat tersebut sebagian besar bergantung pada pengguna untuk menandai posting menyinggung terkait daripada melakukan filter sendiri. Hal itu juga sebagian karena perangkat lunaknya tidak memiliki pelatihan yang cukup untuk menginterpretasikan teks Myanmar.

Penyelidikan tersebut dilakukan bersamaan dengan Pusat Hak Asasi Manusia di Sekolah Hukum Berkeley University of California.

Temuan ini kemungkinan akan menambah tekanan pada perusahaan teknologi untuk menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk mengatasi masalah. Upaya-upaya Facebook sebelumnya telah dikritik oleh PBB serta politisi di AS dan Inggris.

Diketahui bahwa sekitar 700.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak tahun 2017, banyak dari mereka sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh.

Mereka telah melaporkan bahwa tentara dan warga Myanmar telah membunuh dan memperkosa anggota komunitas mereka dan membakar rumah mereka.

Militer Myanmar mengatakan mereka memerangi militan Rohingya dan menyangkal penargetan warga sipil di negara bagian Rakhine. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya