Berita

Foto/Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Advertorial

Kompetensi SDM Kementerian PUPR Terus Ditingkatkan

SENIN, 13 AGUSTUS 2018 | 02:57 WIB | LAPORAN:

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi fokus pembangunan pemerintah sebagai lanjutan dari pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2019 dan selanjutnya, infrastruktur yang sedang dan akan dibangun Kementerian PUPR juga diharapkan untuk didukung pengembangan SDM yang kompeten dan berkualitas.

 Sebaliknya, infrastruktur dibutuhkan dalam rangka pembentukan SDM yang berkualitas secara lebih merata.


Dukungan infrastruktur dalam pengembangan SDM diantaranya adalah rehabilitasi dan pembangunan sekolah, madrasah, universitas oleh Kementerian PUPR tahun 2019.

Disamping itu kerjasama vokasi dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kerja konstruksi antara Kementerian PUPR dengan SMK, Politeknik dan Universitas juga menjadi prioritas.  Pembangunan infrastruktur juga memerlukan SDM yang kompeten agar dihasilkan infrastruktur yang berkualitas.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam menjalankan tugasnya, seluruh insan PUPR harus memegang teguh empat budaya kerja. Yakni mission oriented, tidak akan berhenti sebelum pekerjaan selesai, bekerja sebagai sebuah tim, professional, dan akhlakul karimah. 

"Akhlakul karimah adalah dimanapun kita berada, membuat orang disekitar merasa aman, nyaman dan bermanfaat orang lain," kata Menteri Basuki dalam siaran pers, Minggu (12/8).

Pengembangan SDM Kementerian PUPR dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan teknis dan manajerial.  Peningkatan kemampuan manajerial dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (PIM II) angkatan ke-26 oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Balai Diklat Kementerian PUPR Wilayah IV Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan dimulai tanggal 10 Agustus-6 Desember 2018, diikuti oleh 58 orang peserta yang berasal dari Kementerian PUPR dan Kementerian dan Lembaga lainnya seperti Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan dan beberapa Pemerintah Daerah.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto pada saat membuka acara pelatihan tersebut memberikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah berhasil menyelenggarakan Diklat PIM yang kedua kalinya.

"Tidak semua Kementerian dan Lembaga mendapatkan izin untuk menyelenggarakan sendiri Diklat PIM II. Pemberian izin dari LAN didasarkan pada banyak pertimbangan. Tidak semua memiliki kemampuan dan kecukupan fasilitas selenggarakan Diklat PIM II," jelasnya.

Menurutnya keberhasilan ASN dalam mengikuti Diklat PIM dengan baik merupakan salah satu pertimbangan untuk mengikuti seleksi jabatan terbuka karena telah memiliki kemampuan manajerial yang cakap.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR, Lolly Martina Martief dalam arahannya kepada para peserta mengatakan ASN harus memiliki tiga kompetensi yakni kompetensi teknis, manajerial, dan social culture.

"Mengikuti Diklat PIM II bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial. Diklat jangan hanya untuk memenuhi salah satu persayaratan menduduki jabatan, namun juga upaya mewujudkan ASN yang berkompetensi. Seperti tagline yang dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada saat Rakertas 2018 beberapa waktu lalu, yakni sigap membangun negeri. maka ASN harus menanamkan sifat bekerja cepat, bekerja tepat dan berkualitas dengan didasari niat bekerja keras," ujar Lolly.

Para peserta pelatihan PIM akan mengikuti masa pelatihan selama 4 bulan dengan sistem On Campus dan Off Campus.

Peserta dituntut untuk dapat membuat dan mengimplementasikan proyek perubahan di unit organisasi masing-masing dalam tahap leadership laboratory. Peserta akan mengelola perubahan yang sesungguhnya dibawah bimbingan setiap mentor.

Kementerian PUPR juga memiliki balai diklat painnya yang memenuhi syarat melaksanakan pelatihan PIM II seperti Balai Diklat di Medan, Jogja, dan Surabaya.

"Dengan adanya beberapa balai diklat yang sudah ada, nantinya peserta pelatihan bisa tersebar di wilayah provinsi lainnya," kata Lolly.

Melalui proyek perubahan dengan inovasi proyek perubahan dan terobosan baru dalam mendukung reformasi birokrasi. Sehingga target ASN berkelas dunia tahun 2025 terwujud. [***/nes]



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya