Berita

Foto: Net

Kementan: Penanganan AMR Butuh Pendekatan Multisektoral

SABTU, 11 AGUSTUS 2018 | 01:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Resistensi antibiotik menjadi tajuk utama dalam pertemuan peggiat komunikasi Kementerian Pertanian dari negara-negara ASEAN yang digelar di Yogyakarta pada 7 hingga 10 Agustus 2018.

Pertemuan yang dikenal dengan nama ASEAN Communication Group on Livestock (ACGL) VI ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah komunikasi yang tepat dalam menyampaikan bahaya antibiotik, khususnya resistensi Antimikroba (AMR).

AMR merupakan antibiotik yang mengancam kesehatan masyarakat, hewan dan lingkungan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut AMR sebagai masalah global bagi kesehatan masyarakat dan hewan yang utama dan sangat penting diatasi saat ini.


Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan AMR adalah masalah lintas sektor yang memerlukan pendekatan multisektoral untuk penanganannya.

Kesadaran masyarakat dan kapasitas teknis di kesehatan masyarakat untuk pencegahan dan pengandalian AMR sudah meningkat. Namun untuk sektor kesehatan hewan masih sedikit tertinggal.

Risiko AMR tercatat lebih tinggi di negara-negara dimana peraturan perundang-undangan, pengawasan regulasi dan sistem pemantauan mengenai penggunaan antimikroba hampir tidak ada.

“Pencegahan dan pengendalian AMR yang tidak memadai dan lemah di beberapa negara akan meningkatkan risiko penyebarannya,” kata Fadjar Sumping yang hadir dalam pertemuan itu, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (10/8).

Masalah utama yang perlu ditangani dalam mencegah AMR adalah kesadaran di antara para pemangku kepentingan yang masih minim, seperti petugas kesehatan hewan, produsen, dan pedagang, serta komponen lainnya.

“Peningkatan kesadaran sangat diperlukan agar ada keterlibatan yang lebih baik dan kepemimpinan yang lebih kuat untuk mengatasi masalah AMR,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya