Berita

Foto: Net

Politik

Nasibmu Indonesia

JUMAT, 10 AGUSTUS 2018 | 08:57 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

DRAMA Indonesia semalam dengan episode deklarasi Paslon Presiden RI pada hari akhir pendaftaran. Baik pihak koalisi gemuk maupun oposisi, ritme diatur sepertinya kompak bergantian dan dibuat menegangkan.

Tapi inilah kenyataan yang dihadapi dalam memilih pemimpin di Indonesia hanya tribalisme dengan menggunakan baju keumatan.

Di kubu Jokowi kepentingan PDIP yang kuatir kecurian tiket capres 2024 dan PKB/Cak Imin kuatir jika Mahfud MD (konon sudah ukur baju dan sudah menuju lokasi deklarasi). Kemudian akan menjadi ancaman posisi Cak Imin sebagai ketum PKB, jadi tersingkirnya MMD pada detik akhir adalah ketemunya kepentingan PDIP dan PKB.

Kubu Prabowo adalah kekuatiran terhadap amunisi dan "bayaran" sekoci lain, dan hal itu bisa dipenuhi oleh Sandiga yang kebetulan bisnis tambang emasnya sedang reboun (konon laba tahun ini 1,5 triliun), sehingga desakan untuk menunda deklarasi dan pendaftaran ke KPU dari berbagai pihak diabaikan.
Kubu Prabowo adalah kekuatiran terhadap amunisi dan "bayaran" sekoci lain, dan hal itu bisa dipenuhi oleh Sandiga yang kebetulan bisnis tambang emasnya sedang reboun (konon laba tahun ini 1,5 triliun), sehingga desakan untuk menunda deklarasi dan pendaftaran ke KPU dari berbagai pihak diabaikan.

Kuatir jika diperpanjang pendaftaran 2x7 hari, MK akan memutuskan ambang batas 0 persen, akan muncul calon alternatif, dan lebih kuat.

Dus inilah kenyataan yang harus diterima oleh rakyat Indonesia, memilih tidak berdasarkan kepada gagasan, konpentensi dan track record.

Apakah ke depan bangsa ini akan keluar dari krisis ekonomi, dan percepatan kesejahteraan rakyat sama dengan  Korea bahkan Malaysia, menjadi tanda tanya besar.

Jawaban dari seorang teman guru besar di ITB  adalah selama politik sebagai panglima, ekonomi akan krisis terus. [***]


Penulis merupakan Pemerhati Kebijakan Publik, Aktivis 77-78


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya