Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Meski 2 Poros Terancam Deadlock, Wacana Poros Ketiga Masih Terlalu Dini

KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Koalisi yang dibangun calon presiden (capres) petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sama-sama terancam gagal.

Di kubu Jokowi, nama calon wakil presiden (cawapres) yang mengerucut ke mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) membuat PKB dan ormas Nahdlatul ulama gusar.

Bahkan ada pertemuan antara sejumlah elite PBNU dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bertemu di kantor PBNU, kemarin (Rabu, 8/8). Ada pesan tentang dukungan NU ke Jokowi yang dibahas dalam pertemuan itu


"Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas yang ikut dalam pertemuan itu.

Sementara di kubu Prabowo lebih kompleks. Pertama tentang ketidakhadiran Prabowo ke kediaman Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tadi malam yang membuat elite demokrat mengeluarkan umpatan.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief bahkan menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.

Umpatan itu kemudian dibalas langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Dia menyebut SBY sebagai jenderal baper alias bawa perasaan.

Dua umpatan ini viral di media sosial dan disimpulkan sebagai ancaman koalisi Prabowo.

Sementara itu, dua partai yang akan mendukung Prabowo, PKS dan PAN juga melakukan manuver tadi malam. Bersama PKB, kedua partai itu dikabarkan sowan ke kediaman mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo di Sentul.

Namun demikian, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, meski kedua koalisi tersebut terancam deadlock dan gagal mendaftar hingga 10 Agustus besok, namun wacana tentang kehadiran poros ketiga terlalu dini.

“Kalau diprediksi mungkin akan pecah, tapi terlalu pagi ngomongin poros ketiga,” jelasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/8).

Poros ketiga akan semakin jelas usai pertemuan antara SBY dan Prabowo terjadi pagi ini. Termasuk hasil rapat kerja nasional PAN yang nanti sore selesai.

“Juga tentang kepastian pemberitahuan bahwa Jokowi besok akan daftar,” tukas pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya