Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Kisruh Mahar Demokrat-Gerindra, LSP: Program Pembiayaan Parpol Rizal Ramli Jawabannya

KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rabu malam (8/8) terjadi dinamika luar biasa menjelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres.

Diawali oleh twit Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menuduh PAN dan PKS masing-masing sudah menerima uang Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno untuk mendukung dirinya menjadi cawapres bagi Jokowi.

Saking emosinya, Andi Arief menghina Prabowo sebagai “Jenderal Kardus”.


Tidak mau kalah, Waketum Gerindra Arief Poyuono membalas dengan menghina SBY sebagai “Jenderal Baper”. Dunia media sosial pun ramai mengomentari konflik Demokrat-Gerindra yang membuat rencana koalisi keduanya berada di ujung tanduk.

Di sisi lain, peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra menilai kejadian ini sebagai berkah bagi demokrasi rakyat.

“Rakyat Indonesia pun menjadi terbuka matanya, bahwa demokrasi kita faktanya berbiaya sangat tinggi dan tidak sehat untuk diteruskan,” katanya.

“Program politik Rizal Ramli tentang pembiayaan parpol adalah jawaban atas tradisi mahar ini,” sambung Gede.

Rizal Ramli dalam berbagai kesempatan menyatakan partai politik seharunya dibiayai oleh negara. Kalau dirinya mendapat kesempatan berkuasa, dia akan mengambil kebijakan itu.

Pembiayaan partai oleh negara perlu dilakukan agar elit partai tidak lagi mereka mencari biaya untuk operasional partai dari APBN dan BUMN.

Menurut Rizal, biaya yang dikeluarkan untuk partai lebih kecil dari nilai korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh partai.

Untuk biaya partai politik selama satu tahun, katanya, diperlukan uang Rp 40 triliun.

Angka ini lebih kecil dari nilai korupsi yang melibatkan elit partai sebesar Rp 75 triliun per tahun.

Program pembiayaan partai oleh negara ini tentu tidak seperti membuang garam ke laut. Penggunaan biaya oleh partai politik akan diaduit dan dilaporkan kepada publik.

Model pembiayaan parpol oleh negara semacam ini sudah diterapkan di banyak negara, seperti Inggris, Eropa, New Zealand, dan Australia.

“Bila model ini diterapkan di Indonesia, tidak akan ada lagi permintaan mahar politik yang nilainya tidak masuk akal seperti kita baru saksikan semalam. Sehingga kelak akan muncul calon-calon pemimpin di eksekutif yang memang memiliki integritas, rekam jejak, dan kompetensi yang terbaik, meskipun mereka tidak harus kaya raya.” demikian Gede Sandra. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya