Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra: Justru SBY Yang Jenderal Kardus!

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 23:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bagi Arief Poyuono, menyebut Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus jelas salah alamat. Ia menegaskan justru jenderal kardus lebih tepat disematkan pada Susilo Bambang Yudhyono (SBY).

"Jenderal kardus itu jenderal yang mimpin partai yang kadernya suka ngumpulin duit hasil korupsi di dalam kardus. Bukan Prabowo. Prabowo kader partainya tidak boleh ngumpulin duit berkardus-kardus hasil korupsi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/8).

"Jadi jelas jenderal kardus itu siapa. Demokrat itu partai yang kadernya paling banyak ditangkap KPK karena dipimpin jenderal yang suka ngumpulin duit hasil korupsi di kardus," demikian Arief Poyuono.


Adalah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo jenderal kardus. Menurut Andi, Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan.

"Jenderal kardus,"  tulis dia di akun twitter miliknya.

Prabowo disebut lebih mementingkan Sandiaga Uno sebagai pendamping karena memiliki kemampuan finansial untuk menutupi mahar yang diminta dua partai anggota koalisi lainnya. Andi Arief menyebut Sandiaga Uno dipilih jadi cawapres Prabowo karena menyetor Rp 500 miliar ke PAN dan PKS.

"Ternyata Prabowo Jenderal kardus," tulis Andi Arief lagi.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya