Berita

Foto/Net

Bisnis

Bandara Lombok Nonstop

Permudah Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa
SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 10:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) menambah jam operasional Bandara Lombok Praya yang semula 18 jam, menjadi 24 jam nonstop. Hal ini menyusul gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8).

 Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengakui, peristiwa yang meng­guncang wilayah Lombok memang memberikan dampak pada bandara yang dikelolanya. Bahkan beberapa plafon roboh. Namun, demi kelancaran ban­tuan kemanusiaan, pihaknya siap mengoperasikan bandara hingga 24 jam.

"Beberapa plafon atau langit-langit roboh. Tapi pembersihan sudah kami selesaikan. Sekarang kami buka operasional bandara 24 jam untuk memudahkan ban­tuan," katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Dia menegaskan, kantor Ca­bang Bandara Lombok Praya beroperasi selama 24 jam dimulai Senin (6/8) hingga Kamis (9/8).

Langkah ini dipercaya mam­pu mempercepat laju bantuan-bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTB. Selain itu, pengoperasian bandara selama 24 jam ini juga untuk mem­fasilitasi banyaknya permintaan penambahan penerbangan (extra flight).

"Dengan adanya quick re­sponse dari masyarakat dan pe­merintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa NTB dan banyaknya permintaan extra flight, maka Angkasa Pura I menambah jam operasional menjadi 24 jam dari yang tadinya hanya beroperasi 18 jam dari pukul 06.00 - 24.00," jelas Faik.

Terkait lalu lintas penerbangan, dia berharap, calon penumpang dari Bandara lain menuju Lom­bok bisa memaklumi kondisi ini dengan mengutamakan pesawat bantuan. "Untuk penambahan waktu operasi ini, kami juga memberikan prioritas pada pe­sawat pengangkut bantuan ke­manusiaan," tuturnya.

Terkait extra flight, kata Faik, akan diberikan kepada maskapai berdasarkan hasil koordinasi dengan AirNav Indonesia sesuai dengan perhitungan kapasitas bandara.

Faik bilang, AP I terus berkoordinasi dengan otoritas da­lam memonitor kondisi terkini. Pihaknya juga berkoordinasi dengan maskapai terkait pe­rubahan tipe pesawat dan extra flight untuk membantu serta memulihkan kondisi daerah pasca gempa.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada manajemen, staf, serta stakeholder di Bandara Lombok Praya atas dedikasinya dalam menangani pelayanan bantuan kemanusiaan," tutur Faik.

Seluruh calon penumpang yang akan terbang dari dan menu­ju Lombok, diharapkan terus memantau status penerbangan. "Update terus kondisi terbaru bisa dari pihak maskapai atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172," terangnya.

Garuda Kasih Diskon


Maskapai Garuda Indonesia juga mengoperasikan tiga penerbangan ekstra rute Lombok-Denpasar pulang pergi dengan jadwal pukul 14.40 WITA, 16.40 WITA, dan 18.55 WITA.

Garuda memastikan seluruh penerbangan dari dan menuju Lombok berlangsung lancar, mengingat seluruh infrasruktur penunjang pada layanan kebandaraan di Lombok, tetap beroperasi dengan normal dan status bandara yang tetap dibuka. Tak hanya itu, penerbangan di Denpasar juga berlangsung lancar.

"Penyediaan penerbangan tambahan tersebut diharapkan semakin mempermudah proses evakuasi para wisatawan melalui Bali," ungkap Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono.

Sejalan dengan peningkatan pengiriman barang bantuan kargo menuju Lombok, menurut Heng­ki, Garuda juga menyediakan potongan harga sebesar 50 persen untuk pengiriman barang bantuan bencana alam. Informasi lebih lanjut mengenai potongan harga tersebut, dapat menghubungi call center Garuda Indonesia Cargo di 021-2351-9090 atau di 0804 1 909090.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga memastikan, sejumlah bandara di wilayah NTB dan sekitarnya, sudah beroperasi normal pasca gempa bumi berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang daerah Lombok, akhir pekan kemarin.

Bandara yang dilaporkan sudah beroperasi normal adalah Bandara International Lombok, Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan MSalahuddin (Bima), Bandara Sultan MKa­haruddin (Sumbawa), Bandara Tambolaka (Sumba) serta Ban­dara Komodo (Labuan Bajo).

"Saya sudah mendapat info, bahwa bandara di Lombok, Bali dan daerah-daerah sekitarnya aman. Tidak ada kerusakan yang berarti sehingga dapat kembali beroperasi secara normal," tutur BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya