Berita

Andi Arief/Net

Politik

Pemerintah Disarankan Terima Bantuan Asing Untuk Gempa Lombok

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 07:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) lalu telah menewaskan sebanyak 98 korban jiwa.

Hingga kini pencarian korban jiwa terus dilakukan. Sementera di satu sisi, banyak penduduk yang mengungsi akibat gempa tersebut.

Mantan staf khusus bidang Sosial dan Bencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief menilai bahwa dalam masa tanggap darurat seperti di Lombok, maka konsentrasi perlu tertuju pada proses pencarian korban atau evakuasi pengumpulan warga kehilangan tempat tinggal ke tempat tertentu.


Dia juga menyarankan pemerintah untuk menerima segala bentuk bantuan yang ditawarkan asing untuk mempercepat proses evakuasi.

“Jika ada tawaran bantuan negara lain, sebaiknya diterima karena perjanjian solidaritas internasional kemanusiaan, namun tetap berada di bawah koordinasi BNPB,” ujarnya di akun Twitter @AndiArief_ sesaat lalu, Selasa (7/8).

Australia merupakan salah satu negara yang telah menawarkan bantuan tersebut. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull telah menawarkan bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk korban gempa. Penawaran disampaikan kepada Presiden Joko Widodo saat mereka berbicara lewat sambungan telepon.

"Saya menawarkan dukungan Australia berupa bantuan kepada Presiden Joko Widodo dalam sambungan telepon," ucapnya seperti dilansir The Guardian, Senin (6/8) lalu.

Lebih lanjut, Andi yang kini menjabat sebagai wasekjen DPP Partai Demokrat berharap agar warga Lombok cepat bangkit seperti warga Yogyakarta yang terkena gempa di tahun 2006.

“Yogya bahkan jadi percontohan dunia tentang masyarakat yang dalam kurang 2 tahun bisa bangkit membangun kembali peradaban,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya