Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

PDIP Bawa Usulan PP Muhammadiyah Dalam Nawacita II

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 06:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Setiap kali bertemu dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sangat terkesan. Sebab, alam pikir Haedar penuh kebijaksanaan, inspiratif, dan berkemajuan.

Karena itu pula, PDIP menanggapi positif usulan enam poin Nawacita II dari Haedar Nashir kepada Presiden Joko Widodo.

"Kami menyambut baik dan berterima kasih atas masukan Beliau. Sangat positif untuk menjadikan Nawacita II menjadi aganda prioritas yang menjawab berbagai persoalan bangsa dan sekaligus memberikan arah pembangunan bangsa 5 tahun ke depan," kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Senin malam (6/8).


Hasto menyampaikan bahwa ketika program Nawacita I disusun, saat itu persoalan bangsa dikategorikan menjadi 4 persoalan pokok, yakni merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi perekonomian nasional, intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

“Tiga masalah pokok itulah yang menjadi landasan penyusunan visi misi Jokowi-JK," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, melalui konsolidasi politik yang tidak mudah, dan berbagai persoalan fiskal serta situasi perekonomian dunia yang belum begitu membaik, pemerintahan Jokowi-JK berhasil meletakkan fondasi bagi kemajuan Indonesia Raya.

Fondasi itu misalnya fondasi bangunan bangsa Indonesia yang lebih produktif, peningkatan kualitas SDM, peningkatan karakter bangsa, penguatan posisi sebagai bangsa maritim, sistem infrastruktur sebagai leverage pertumbuhan ekonomi ke depan, dan aspek keadilan melalui pembangunan dari pinggiran, dan prestasi lainnya di bidang pengentasan kemiskinan dan keadilan, melalui Kartu Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan lain-lain.

"PDI Perjuangan akan memasukkan usulan Pak Haedar yang sangat konstruktif tersebut ke dalam Nawacita II," demikian Hasto. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya