Berita

Prabowo dan Rizal Ramli. RMOL

Politik

Hendri Satrio: Prabowo Tinggal Senggol Rizal Ramli

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 00:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Persoalan paling pelik yang tengah dihadapi Indonesia adalah sektor ekonomi nasional yang memburuk.

Tim ekonomi pemerintah, terutama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sempat berkali-kali membantah persoalan yang dihadapi fundamental ekonomi nasional.

Namun akhirnya Presiden Joko Widodo mengakui hal itu.


Ketika berbicara dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pekan lalu (Kamis, 26/7), Jokowi membenarkan bahwa neraca perdagangan mengalami defisit.

Sehari kemudian, Jokowi mengumpulkan puluhan taipan di Istana Bogor dan meminta agar mereka membawa devisa yang mereka punya ke dalam negeri. Hal itu disampaikan sebagai upaya untuk menghadapi mengurangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menyoroti hal ini, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satri menyarankan agar Prabowo Subianto menggandeng sosok ekonom sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi dirinya.

Sosok ekonom handal akan menjadi salah satu kunci utama kemenangan Prabowo dalam pertarungan menghadapi Jokowi.

“Prabowo memerlukan sosok wapres yang bisa menjabarkan program pembangunan,” kata Hendri.

Hendri menilai, sosok ekonom senior Rizal Ramli memiliki kapasitas dan kapabiltas untuk membenahi persoalan ekonomi yang sedang terjadi.

Rizal dikenal sebagai ekonom bertangan dingin. Dia pernah ditugaskan di berbagai pos terkait ekonomi di pemerintahan, baik di era Abdurrahman Wahid, SBY maupun Jokowi. Semua tugas yang diberikan kepadanya dilaksanakan dengan baik.

“Makanya saya menjagokan tokoh aktivis seperti Rizal Ramli jadi cawapresnya. Kan tinggal senggol RR, silahkan Pak RR dijelaskan. Langsung deh muter mantap,” demikian Hendri Satrio.

Penilaian Hendri Satrio ini sangat beralasan. Rizal Ramli juga yang selama ini mengingatkan pemerintah akan semua persoalan yang sedang dihadapi fundamental ekonomi nasional.

Rizal Ramli misalnya pernah menyarankan pemerintah agar menghentikan kebijakan pengetatan yang mencekik leher kelompok ekonomi bawah. Namun saran Rizal selama ini diabaikan tim ekonomi Jokowi, sampai Jokowi sendiri yang mengakuinya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya