Berita

Prabowo Subianto (paling kanan). RMOL

Politik

Jebakan Batman Itu AHY, Salim Segaf Dan Abdul Somad

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Entah bagaimana ceritanya, istilah jebakan Batman kini biasa digunakan dalam pembicaraan di tengah masyarakat Indonesia, baik di kota maupun di desa. Baik yang hobi lunch di mall, maupun yang makan siang di pinggiran jalan.   

Batman adalah salah seorang pahlawan super fiksional yang diperkenalkan DC Comics, penerbit buku Amerika, anak perusahaan DC Entertainment, Warner Bros. Diciptakan oleh Bob Kane dalam seri Bill Finger yang muncul pertama kali tahun 1939 lalu.

Tokoh rekaan dari kota Gotham ini semakin populer beberapa tahun belakangan bersama pahlawan-pahlawan super fiksional lainnya yang muncul di layar bioskop dengan bantuan teknologi CGI.


Sementara jebakan adalah kata untuk menggambarkan benda atau situasi yang berfungsi menempatkan seekor hewan (atau orang) pada sebuah tempat atau keadaan yang membuat hewan atau orang itu tidak berdaya, sehingga tidak punya pilihan lain, melainkan pilihan yang diinginkan oleh pihak yang memasang jebakan.

Lantas, apa maksudnya jebakan Batman? Ini yang masih misteri.

Istilah jebakan Batman belakangan juga digunakan di arena politik nasional, khususnya menjelang pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dimulau hari ini (Minggu, 4 Agustus 2018) dan berakhir Jumat, 10 Agustus 2018.

Secara umum ada dua pihak utama yang diperkirakan akan berhadapan (kembali) di arena pemilihan presiden. Kedua pihak itu adalah Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Istilah jebakan Batman digunakan merujuk pada nama figur-figur tertentu yang disebut-sebut dan digadang-gadang pantas dicalonkan dengan Prabowo. Ketiga nama itu adalah Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), Ketua Majels Syuro PKS Salim Segaf dan ulama kondang Abdul Somad.

Dalam banyak perbincangan di kalangan pendukung Prabowo, ada penilaian bahwa nama-nama ini sengaja dihembus-hembuskan pihak lawan agar berpasangan dengan Prabowo agar Prabowo bisa dikalahkan dengan mudah.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, juga punya pandangan yang kurang lebih sama. Menurutnya, apabila dipasangkan dengan salah seorang dari tiga tokoh ini, Prabowo dapat dikalahkan dengan mudah.  

AHY, kata Hendri, masih terlalu muda dan belum punya pengalaman dalam pemerintahan. Modal utamanya baru sebatas anak dari mantan Presiden SBY. Karier militernya tidak kinclong dan cemerlang. Dia hanya pensiunan mayor.

Salim Segaf pun kurang lebih begitu. Modal utamanya adalah PKS yang walau dikesanan paling solid namun sebetulnya di saat bersamaan juga kontroversial.

Abdul Somad juga kurang lebih sama. Memang dalam setahun belakangan ini, Abdul Somad mendadak kondang. Tetapi itu saja tidak cukup. Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan tokoh NU Salahudin Wahid pun pernah ikut dalam kontestasi politik. Hasyim Muzadi yang mendampingi Megawati kandas, begitu juga Salahuddin Wahid yang mendampingi Wiranto.

Dia membandingkan Abdul Somad dengan KH Zainuddin MZ yang juga kondang pada masanya. Ketika Zainuddin MZ mendirikan partai politik, partai politiknya hanya menjadi partai gurem dan kini sudah hilang dari peta politik. [dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya