Berita

Seorang petugas Badan Meteorologi Korea (KMA) sedang memberikan keterangan mengenai perkembangan suhu panas di Korea pada musim panas tahun ini./RMOL

Dunia

Musim Panas Korea Catat Rekor Terpanas Dalam Sejarah

RABU, 01 AGUSTUS 2018 | 21:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Musim panas tahun ini di Semenanjung Korea tercatat sebagai salah satu musim panas "terburuk" dalam sejarah. Di Seoul, ibukota Korea Selatan, Rabu siang tadi (1/8) suhu tertinggi  tercatat berada pada posisi 37 derajat Celcius.

"Ini adalah musim panas dengan suhu tertinggi yang tercatat sejak tahun 1994, bahkan dalam sejarah," ujar Wakil Kepala Badan Meteorologi Korea (KMA), Heung Jin-choi di kantornya di Jalan Yeouidaebang-ro, Seoul, Rabu (1/8).

Pada musim panas di tahun 1994 suhu tertinggi di Korea tercatat pada kisaran 38 dan 39 derajat Celcius yang terjadi selama 31 hari


Sementara di tahun 2018 ini, suhu tertinggi tercatat terjadi pada Sabtu pekan lalu (28/7), yakni 40,5 derajat Celcius. Ini berarti 1,5 derajat Celcius lebih tinggi dari catatan 24 tahun lalu.

Heung Jin-choi  menyampaikan hal itu ketika menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sedang berkunjung ke negeri ginseng itu atas undangan Asosiasi Wartawan Korea (JAK) dan Korea Foundation.

Delegasi yang dipimpin Ketua bidang Luar Negeri PWI Teguh Santosa itu beranggotakan Anggota Dewan Penasihat PWI Adnan Nyak Sarong, Ketua PWI Riau Zulmansyah, Wakil Ketua bidang Kesra PWI Jambi Riduan Agus Agusnan, Bendahara PWI Riau Oberlin Marbun, Sekretaris PWI Kalimantan Timur  Wiwid Marhaendra Wijaya, dan Sekretaris bidang Pariwisata PWI Papua Barat Mercys Charles Loho.

Kunjungan PWI ini adalah bagian kerjasama dengan JAK. Selain Seoul, dalam kesempatan kali ini delegasi PWI juga berkunjung ke Pulau Jeju, Gwangju, Osong, dan Daejeon.

Suhu udara  yang begitu tinggi di Semenanjung Korea, menurut Heung Jin-choi, terjadi akibat tekanan yang cukup tinggi di atas Tibet yang berdampak hingga ke seluruh daratan China dan Jepang. Tekanan udara ini juga menciptakan badai di kawasan Asia Timur.

Diperkirakan dalam sepekan yang akan datang tidak akan ada hujan turun di Semenanjung Korea.

Sejauh ini yang dapat dilakukan KMA adalah memantau perkembangan cuaca sedetail mungkin untuk diinformasikan sebagai peringatan kepada masyarakat. Selain itu, ramalan cuaca yang mereka sampaikan juga berguna untuk memitigasi bahaya ekologi yang mungkin terjadi dari fenomena suhu panas kali ini.

Ketika ditanya, apakah pemerintah Korea Selatan tidak berupaya melakukan rekayasa cuaca misalnya dengan hujan buatan, Heung Jin-choi mengatakan mereka sangat hati-hati dengan rekayasa cuaca seperti itu.

"Zat kimia yang digunakan dalam hujan buatan bisa menimbulkan bencana baru. Sejauh ini yang kami lakukan adalah mengalirkan air di bawah permukaan jalan dengan harapan bisa sedikit meredam suhu yang sangat tinggi," jelasnya lagi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya