Berita

Hadi Tjahjanto/Net

Pertahanan

Panglima TNI: Ancaman Perkembangan Dunia Kemiliteran Semakin Kompleks

RABU, 01 AGUSTUS 2018 | 13:44 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Pejabat tinggi TNI diharapkan selalu mengikuti dan dapat menyikapinya dengan bijak perkembangan dunia kemiliteran, baik terkait dengan teknologi, doktrin dan penerapannya serta spektrum ancaman yang semakin kompleks.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saat memimpin upacara serah terima 7 (tujuh) jabatan  jajaran Mabes TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/8).

“Para perwira tinggi TNI harus dapat mengembangkan budaya belajar, memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas pribadi setiap personel yang berada di bawahnya. Doronglah keinginan untuk maju dengan mengembangkan iklim kerja yang mendukung pengembangan diri yang positif,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sebagai pemimpin mencermati perkembangan dunia kemiliteran sangat diperlukan guna menentukan arah bagi kemajuan organisasi yang dipimpinnya, maupun dalam memberikan masukan bagi perencanaan dan pengembangan organisasi TNI secara keseluruhan.

Terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas ke depan, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan antara lain dengan mengembangkan metode-metode penyempurnaan secara berkala terhadap doktrin baik di tingkat Mabes TNI maupun di Angkatan, agar dapat terus diperbaharui guna menjawab perkembangan tantangan tugas yang semakin.

“Menghadapi tren ancaman-ancaman baru membutuhkan pola-pola operasi baru dan pola operasi baru membutuhkan doktrin-doktrin baru,” tutup Panglima TNI.[jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya