Berita

Eko Sulistyo dan anak-anak muda/Dok

Pertahanan

Deputi KSP: Film 22 Menit Gambarkan Realitas Kebiadaban Terorisme

RABU, 01 AGUSTUS 2018 | 08:56 WIB | LAPORAN:

Ruang gerak terorisme bisa dibatasi dan dieliminir antara lain dengan dukungan masyarakat, tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan.  

Masyarakat yang aktif membaur satu sama lain, dapat mendeteksi dan mengetahui kegiatan setiap individu dalam suatu kelompok masyarakat. Hal ini pada gilirannya dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya atau menyebarnya paham-paham radikalisme yang berujung terorisme di tengah masyarakat.

"Terorisme tidak mengenal agama. Aksi-aksi mereka telah merenggut banyak korban. Korban terorisme itu adalah orang-orang yang tidak bersalah. Film ini sangat baik menggambarkan realitas mereka yang jadi korban kebiadan aksi terorisme. Kita semua bisa berperan untuk mencegah," kata Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo di sela-sela nonton bareng Film 22 menit di Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa petang (31/7).


Nobar yang diinisiasi relawan Arus Bawah Jokowi ini diikuti pelajar, mahasiswa, kelompok masyarakat dan pimpinan relawan Jokowi seperti Muhammad Yamin juga ada perwakilan dari Mabes Polri. Sedikitnya 200 an peserta nobar memenuhi ruangan bioskop.

Eko melanjutkan, banyak anggota masyarakat terutama dari kalangan anak muda yang awalnya tidak mengerti apa-apa, namun terkontaminasi oleh paham-paham radikal. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat mengantisipasi menyebarnya paham dimaksud.

Disinggung pula bahwa tindak kejahatan terorisme tidak ada kaitannya dengan agama tertentu. Sebab dalam agama apapun tidak ada yang mengajarkan pemeluknya untuk melakukan kejahatan teror.

"Penangkapan teroris yang dilakukan Polri menunjukkan bahwa ancaman ini masih ada. Mari, bersama menumbuhkan di seluruh kalangan masyarakat bahwa kita harus terus waspada dan tidak beri ruang tumbuhnya paham radikal," ujar Eko.

Film 22 Menit diperankan oleh Ario Bayu sebagai Ardi, seorang polisi anggota Unit Antiterorisme. Diceritakan, ketika ledakan bom terjadi di daerah Sarinah-Thamrin Jakarta, ia tengah mengantar anaknya ke sekolah. Bersama rekan-rekannya, Ardi mempertaruhkan nyawanya untuk mengamankan situasi.

Singkatnya, dalam waktu 22 menit, ia dan satuan antiterorisme berhasil meringkus pelaku. [wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya